Kukuh di Jalan Kemanusiaan: Memoar Ade Rostina Sitompul

Kukuh di Jalan Kemanusiaan: Memoar Ade Rostina Sitompul

Senin, 23 Jul 2012
201200_BUK_Kukuh-di-jalan-kemanusiaan--Memoar-Ade-Rostina-Sitompul_CFJudul: Kukuh di Jalan Kemanusiaan: Memoar Ade Rostina Sitompul Penyunting: Agung Ayu Ratih, Hilmar Farid, Th. J. Erlijna, M. Fauzi Kolasi: xxviii, 112 hal. Impresum: Jakarta: Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI), Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), 2012 ISBN: 978-979-17579-1-1 Buku ini adalah kisah tentang salah satu pahlawan saya, seorang perempuan yang menjadi teman dekat saya selama 25 tahun. Ada banyak hal di dalam buku ini yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya, seperti masa kecilnya dan khususnya tentang periode selama dan setelah 'tahun-tahun vivere pericoloso'. Dalam periode penuh gejolak itulah dia menunjukkan semua kualitas yang memunculkan kekaguman saya kepadanya: rasa perikemanusiaannya; kemurahan hatinya; kesediaannya mengambil risiko keselamatan dirinya demi orang lain, dan komitmennya yang mutlak terhadap keadilan - Sidney Jones, International Crisis Group Ibu Ade Rostina Sitompul adalah sosok seorang ibu sejati, ibu bagi semua orang yang merindukan agar keadilan ditegakkan untuk semua orang. Perempuan ini selalu mampu mengubah rasa takut setiap orang yang dijumpainya menjadi api untuk bangkit kembali dan melawan. Dalam sehat dan sakit, siang atau malam, dia akan selalu menggerakkan siapa saja yang dia tahu akan bersamanya untuk memperjuangkan ketidakadilan atau melakukan kerja-kerja kemanusiaan lainnya. —Nursyahbani Katjasungkana, Koordinator Nasional Asosiasi LBH APIK Indonesia Saya merasa beruntung pernah mengenal seorang pejuang kemanusiaan seperti Ibu Ade. Dari membaca memoarnya muncullah potret seorang perempuan yang dengan bertumpu pada petuah-petuah ayahnya menjadi pekerja kemanusiaan yang tegar dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan. Dengan hati tulus Ibu Ade membantu mereka yang membutuhkan, khususnya mereka yang sebagai akibat gejolak sosial politik telah mengalami hujatan secara fisik dan mental dari penguasa dan pengikutnya. Buku ini saya anggap sebagai memoar politik yang terfokus pada aspek kemanusiaan yang multidimensional. Aspek ini sesuatu yang jarang diangkat dalam membahas sejarah kemerdekaan bangsa. Oleh karena itu buku ini penting dibaca oleh siapa saja yang peduli pada sesama manusia dan kualitas berbangsa. —Saparinah Sadli, Psikolog Untuk membaca buku ini, silakan unduh  

A R T I K E L T E R K A I T

Kamis, 3 Jun 2004
Krisis peradilan Mahkamah Agung di bawah Soeharto Penulis...
Selasa, 30 Sep 2014
Pernyataan Pers Perubahan UU ITE: Prioritas Bagi DPR dan Pemerintah Baru Besok,...
+