Dalam Tawanan Rezim Lama: Situasi Hak Asasi Manusia Sepanjang Tahun 2000

Dalam Tawanan Rezim Lama: Situasi Hak Asasi Manusia Sepanjang Tahun 2000

Selasa, 26 Des 2000
200100_BUK_Dalam-Tawanan-Rezim-Lama-Situasi-Hak-Asasi-Manusia-Sepanjang-Tahun-2000_CFDalam Tawanan Rezim Lama: Situasi Hak Asasi Manusia Sepanjang Tahun 2000 Tim Penyusun: Agung Putri; AH Semendawai, SH; Amiruddin; Ifdhal Kasim, SH; Otto Adi Yulianto; Sentot Setyasiswanto Penulis Akhir: Amiruddin Sampul dan Tata Letak: Kotot Penerbit: Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Transisi dari kondisi otoritarian ke demokrasi adalah dambaan setiap rakyat setelah mundurnya Soeharto. Namun apa lacur pemerintahan yang terbentuk setelah transisi itu berjalan tidak memiliki kekuatan yang prima untuk menyelesaikan masalah-masalah hak asasi manusia yang terjadi dan diperbuat oleh rezim masa lalu. Hal itu terjadi baik karena masih dominannya kekuatan-kekuatan politik otoritarian masa lalu dalam kancah politik dan ekonomi, mau pun karena tidak adanya pola dan infrastruktur sosial-politik yang baru yang mampu diciptakan oleh rezim Abdurrahman Wahid. Akibatnya permasalahan hak asasi manusia berlarut-larut bahkan mereka yang diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan penggelapan uang negara tetap berkeliaran bebas di tengah masyarakat. Lemahnya pemerintahan Abdurrahman Wahid dan masih dominannya kekuatan lama membuat transisi itu tidak memiliki kepastian. Apakah akan berakhir pada terciptanya infrastruktur sosial-politik dan ekonomi-budaya yang demokratik, atau akan berakhir dengan vandalisme politik dengan kembalinya kekuatan otoritarian ketampuk kekuasaan. Karena ada dua ujung dari transisi itu maka penyelesaian hak asasi manusia adalah mutlak dilakukan agar transisi itu mencapai tujuan utamanya, yaitu penciptaan infrastruktur sosial-politik dan ekonomi-budaya yang demokratik. Laporan yang diterbitkan oleh ELSAM dalam bentuk buku kecil ini adalah penilaian ELSAM mengenai kondisi hak asasi manusia di Indonesia sepanjang tahun 2000. Sekaligus merupakan penilaian ELSAM terhadap kondisi dan kecenderungan sosial-politik yang mengitari persoalan hak asasi manusia selama masa transisi ini. Karena laporan lembaga, maka apa yang terpapar dalam buku ini juga merupakan sikap dan posisi ELSAM terhadap kondisi sosial-politik yang ada terutama terhadap negara dalam melindungi, memenuhi, dan mempromosikan hak-hak asasi manusia. Khususnya lagi adalah hak-hak asasi rakyat Indonesia, terutama hak-hak yang tak bisa dikurangi dalam kondisi apa pun (non-derobable right). Untuk membaca laporan HAM ini, silakan klik unduh

A R T I K E L T E R K A I T

Selasa, 16 Okt 2018
In recent years, Indonesia has surpassed Malaysia as the largest producer of palm oil in the...
Selasa, 20 Jun 2017
ELSAM, Jakarta – Pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2017, Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan...
+