The 2019 Citizen Lab Summer Institute: Memantau Hak dan Keterbukaan Internet

ELSAM, Toronto-Peneliti ELSAM Alia Yofira Karunian berpartisipasi dalam The 2019 Citizen Lab Summer Institute (CLSI 2019) di Universitas Toronto, Kanada, yang berlangsung 31 Juli – 2 Agustus 2019.

Alia menjadi salah satu penyelenggara sesi bertema Personal Data Protection Bills Advocacy Strategies: the Case of Indonesia. Sesi ini dimaksudkan sebagai forum curah pendapat terkait strategi advokasi RUU Perlindungan Data Pribadi di berbagai negara.

Perlindungan data pribadi telah sejak lama diakui sebagai aspek fundamental dari hak atas perlindungan privasi.

Di Indonesia hak atas perlindungan privasi dijamin oleh Pasal 28G ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 17 Konvensi Hak-Hak Sipil dan Politik (telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No. 12 Tahun 2005) dan Pasal 12 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Guna memastikan hak atas perlindungan privasi itu terpenuhi perlu kehadiran regulasi perlindungan data pribadi yang bersifat komprehensif.

Perlu diketahui, hingga November 2019 setidaknya 130 negara telah memiliki Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (David Banisar, 2019).

Di kawasan ASEAN  empat negara telah memiliki undang-undang yang secara khusus mengatur mengenai Perlindungan Data Pribadi, yakni Malaysia (Personal Data Protection Act 2010), Singapura (Personal Data Protection Act 2012), Filipina (Privacy Act of 2012), dan Thailand (Personal Data Protection Act 2019).

Di Indonesia sendiri, inisiatif penyusunan naskah akademik dan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) dimulai sejak 2014 silam. Tapi hingga saat ini pemerintah belum menyerahkan draft RUU PDP kepada DPR.

CLSI merupakan sebuah forum tahunan yang mempertemukan para peneliti dan praktisi dari kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil dan sektor privat yang bergerak di bidang keterbukaan internet, keamanan, dan hak asasi manusia.

Gelaran CLSI terbagi dalam beberapa mini workshop dengan tema tertentu. Di tahun ini terdapat lima tema utama yakni Network Interference and Freedom of Expression Online, Surveillance and Counter Surveillance, Gender and Digital Security, Disinformation, dan  Policy and Transparency.[]