Vita Rachim Yudhani

Vita merupakan lulusan Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Indonesia. Menekuni isu HAM, pembangunan sosial, dan kesetaraan gender sejak di bangku kuliah, Vita beberapa kali terlibat dalam penelitian dengan menjadi Asisten Peneliti, dua di antaranya dapat dilihat dalam  “The Gendered Everyday Political Economy of Kampung Eviction and Resettlement” oleh Center for Election and Political Party FISIP UI dan Warwick University (Institusional Link Project, 2016) dan “Human Trafficking Crime Analysis in Three Provinces in Indonesia: West Java, West Kalimantan, and East Nusa Tenggara (Riset Unggulan Universitas Indonesia, 2017). Saat ini Vita terlibat dalam program advokasi kebijakan terkait bisnis dan HAM, program kerja sama ELSAM dengan Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Alia Yofira Karunian

Alia Yofira Karunian meraih gelar sarjananya dari Fakultas Hukum Universitas Udayana pada tahun 2018. Sebagai Peneliti Muda di ELSAM, Alia bertanggung jawab untuk melakukan penelitian terkait dampak pemanfaatan teknologi bagi hak asasi manusia di Indonesia. Sebelum bergabung dengan ELSAM, Alia merupakan volunteer di Divisi Minoritas dan Kelompok Rentan (MKR) YLBHI-LBH Bali dimana ia terlibat dalam berbagai kasus perempuan, anak dan lingkungan di Bali. Saat masih menjadi mahasiswa di Udayana, Alia aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi peradilan semu internasional, seperti Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition, International Humanitarian Law Moot Court Competition dan Asia Cup.

Abdul Haris Semendawai

Abdul Haris Semendawai adalah Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Nasional (LPSK). Abdul terpilih menjadi ketua LPSK setelah ia berserta enam orang lainnya dipilih oleh Komisi III DPR yang mengawasi undang-undang dan hak asasi manusia untuk menjadi anggota Dewan Perlindungan Saksi dan Korban Nasional (LPSK). Tujuh dan dua mantan komisaris mengadakan rapat pada 30 Oktober 2013 untuk memilih ketua Badan dengan cara memberikan suara. Abdul Haris Semendawai terpilih kembali sebagai Ketua Badan untuk periode 2013-2018. Ini adalah masa jabatan keduanya. Abdul lahir di Ulak Baru Oku – Sumatera Selatan, 28 September 1964. Ia menyelesaikan studi S1 Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta (1991) dan Master Hukum di Northwestern University […]