Sidang Gafatar Aceh: Sidang Ketujuh Ricuh, Pengunjung Soraki Penasihat Hukum

ELSAM, Banda Aceh – Pengadilan Negeri Banda Aceh kembali menggelar sidang kasus dugaan penodaan agama oleh pengurus organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Agenda sidang ke-7 untuk kasus tersebut adalah pemeriksaan saksi ahli Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh Drs. A. Karim Syeikh, MA bin (alm) Kejron Syeikh.

Saksi ahli, yang dihadirkan JPU itu, berpendapat Ahmad Mussadeq sebagai mesias pembawa risalah Tuhan Semesta Alam merupakan paham yang menodai agama Islam, walaupun Gafatar bukan organisasi yang mengatasnamakan agama Islam.

Pengunjung sidang, yang berlangsung selama 3,5 jam ini, didominasi oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Banda Aceh. Ironisnya, para pengunjung itu juga membuat kericuhan dalam persidangan tersebut.

Sorakan-sorakan kepada penasihat hukum terdakwa, yang memicu kericuhan, dilontarkan oleh pengunjung ketika penasihat hukum terdakwa hendak mengutip ayat suci Al-Qur’an.

“Orang sesat kok bisa baca Al-Qur’an,” celetuk seorang pengunjung yang menggunakan seragam PNS.

Walaupun majelis hakim beberapa kali menegur agar tertib dan tenang, namun pengunjung sidang tidak menghiraukan teguran itu. Karena tidak tahan dengan ulah pengunjung, seorang penasihat hukum berdiri dengan mengangkat Al-Qur’an.

“Allahu Akbar, tolong jangan ganggu saya membaca Al-Qur’an, ini kitab suci saya,” teriaknya sambil menunjuk seorang pengunjung sidang.

Sebelumnya, 6 orang pengurus Gafatar ditangkap oleh Kepolisian dari Mapolresta Banda Aceh pada 7 Januari 2015 karena diduga menyebarkan ajaran Millata Abraham. Keenam orang pengurus tersebut antara lain, ketua DPD Gafatar Aceh T. Abdul Fatah; ketua Gafatar Kota Banda Aceh Muhammad Althaf Mauloyul Islam; Wakil Ketua Gafarar Aceh Musliadi; Kabid Informasi Gafatar Aceh; Sekretaris Gafatar Aceh Ayu Ariestiana; dan, Ridha Hidayat. (Baca: Akibat Fatwa MPU, Pengurus Gafatar Aceh Diadili).

Sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2015 dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli dari JPU.

Penulis: Yulfan SH/Al Miyzan
Editor: Ari Yurino