Saksi Perkara Sodong, Mesuji: PT. SWA dan PT. TMM Satu Manajemen

Kayuagung, 23 September 2014 – Melanjutkan agenda pemeriksaaan saksi yang dihadirkan pihak Penggugat, pada Selasa, 23 September 2014, PT. SWA menghadirkan 1 (satu) orang saksi di persidangan. Saksi yang dihadirkan adalah Anton Azhar, lahir di Medan, 59 tahun. Anton merupakan staff PT. SWA sejak tahun 2003 hingga kini.

Dalam keterangannya di persidangan, Saksi pernah mengetahui ada tuntutan dari masyarakat atas lahan plasma, di mana ketika itu Agung Sani beserta warga lainnya bertemu pihak perusahaan dan menuntut plasma yang dijanjikan PT. TMM.

Ketika ditanyakan oleh Kuasa Hukum warga, apakah PT. TMM dan PT. SWA satu manajemen? Saksi membenarkan, bahkan Saksi menyatakan bahwa PT. TMM dan PT. SWA selain satu manajemen, keduanya juga sama pengurus dan pemiliknya. Selain itu, Saksi juga mengatakan kantor PHA Group, yang notabene induk dari kedua perusahaan tersebut berkantor di Palembang.

Keterangan Saksi ini berarti membenarkan bahwasanya sebelum PT. SWA mendapatkan HGU-nya, segala tindakan hukum dan surat-menyurat yang dilakukan adalah atas nama PT. TMM yang sudah berdiri lebih dulu dan memiliki kebun di sebelah PT. SWA. Hal ini bertentangan dengan alasan perusahaan selama ini yang mengatakan bahwa surat-menyurat dan tindakan hukum yang dituntut warga adalah kepada PT. TMM, yang tidak pernah diketahui PT. SWA.

Kasus sengketa lahan di Mesuji, yang salah satunya terjadi di Desa Sungai Sodong, OKI, Sumsel kini bergulir di Pengadilan. PT. SWA menggugat 4 orang warga atas penguasaan lahan yang dilakukan warga di atas lahan sengketa seluas 633Ha. Kasus yang pernah mencuat di nasional itu, kini memasuki pengadilan dengan agenda pemeriksaan Saksi-saksi. Dalam Gugatannya, perusahaan juga menuntut ganti kerugian sebesar 12 milyar terhadap masyarakat.

Persidangan akan kembali digelar pada Selasa, 30 September 2014, dengan kembali agendakan pemeriksaan Saksi dari Penggugat (PT. SWA)