Rentas Diretas, Jurnalis harus Perhatikan Protokol Keamanan Digital

ELSAM, Bandar Lampung—Juni 2020 lalu, terjadi teror dan peretasan akun media sosial dua jurnalis Teknokra, lembaga pers mahasiswa Universitas Lampung, yang terlibat dalam diskusi “Diskriminasi Rasial Terhadap Papua”.

Peretasan tersebut menambah panjang daftar kasus serangan digital terhadap para pewarta. Keamanan digital wartawan pun perlu menjadi perhatian sehingga mereka dapat memberikan informasi secara bebas tanpa takut diretas atau diteror.

Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung Dian Wahyu Kusuma mengatakan jurnalis juga harus mulai sadar mengenai keamanan digital. Beberapa protokol keamanan digital menurutnya harus diikuti wartawan untuk meminimalisir ancaman serangan.

Beberapa protokol itu antara lain tidak mudah percaya aplikasi yang ada di perangkat yang dimiliki, menerapkan dua langkah verifikasi (two factor authentication/2FA) pada setiap akun, menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda-beda untuk setiap akun media sosial, memperhatikan pengaturan kamera, dan lokasi pada ponsel.

“Jika memang terjadi serangan digital kepada teman-teman jurnalis, maka bisa melaporkan kepada pengelola media sosial atau melaporkan kepada organisasi yang fokus pada keamanan digita,” saran Dian dalam diskusi virtual “Keamanan Digital bagi Media” yang digelar ELSAM bersama UKPM Teknokra Universitas Lampung, Jumat (9/10) lalu.

Peneliti ELSAM Shevierra Danmadiyah, pembicara lain dalam diskusi tersebut, mengatakan, pembicaraan mengenai keamanan digital bagi media paling tidak bersinggungan dengan dua hak, yakni hak kebebasan berpendapat dan berekspresi, serta hak atas privasi.

Dua hak tersebut menurutnya sudah terakomodir dengan baik dalam instrumen internasional dan nasional. Sayangnya, implementasi dari instrumen tersebut belum berjalan dengan baik.

“Pelapor Khusus dalam Majelis Umum di bawah sesi Perlindungan Jurnalisme Kewargaan mengungkapkan bahwa hak atas privasi acap kali dicampurtangani oleh pemerintah dengan dalih pentingnya keamanan nasional atau untuk memerangi terorisme. Pada faktanya, tindakan memata-matai akhirnya seringkali dilakukan untuk tujuan politik dan dilakukan secara semena-mena,” jelas Shevierra.

Catatan: Tayangan lengkap diskusi Kemanan Digital bagi Media dapat diakses melalui kanal Youtube Perkumpulan ELSAM https://youtu.be/j5Zmwuu_0hs

 

Shevierra Danmadiyah