Policy Brief Perlindungan Data Pribadi: Konsep, Instrumen dan Prinsipnya

Revolusi digital telah menciptakan sebuah inovasi baru dalam kapasitas untuk memperoleh, menyimpan, memanipulasi dan mentransmisikan volume data secara nyata (real time), luas dan kompleks. Oleh karenanya revolusi digital seringkali dianggap identik dengan revolusi data. Perkembangan tersebut telah mendorong pengumpulan berbagai data, tidak lagi tergantung pada pertimbangan data apa yang mungkin berguna di masa depan. Perlindungan data pribadi sendiri merupakan aspek dinamis yang akan terus berhadapan dan dan dipengaruhi oleh kemajuan dan inovasi teknologi serta praktik bisnis. Salah satu faktor munculnya kejahatan dan penggunaan data pribadi secara melawan hukum disebabkan oleh perkembangan teknologi, Informasi, dan komunikasi. Saat ini, teknologi, Informasi, dan komunikasi telah merambah hampir semua aspek kehidupan dan mengubah perilaku kehidupan masyarakat menuju interaksi masyarakat berbasis elektronik dan internet. Pemanfaatan teknologi informasi, media, dan komunikasi telah mengubah baik perilaku masyarakat maupun peradaban manusia secara global dan menyebabkan interaksi antar-manusia menjadi tanpa batas (borderless). Oleh karena itu, hukum perlindungan data harus dikerangkakkan secara tepat untuk mencegah penyalahgunaan atau kesalahan penanganan data. Tegasnya, bila peningkatan massif dalam pengumpulan data ini tidak dilakukan dalam kerangka penghormatan hak, maka mau tidak mau proses dan tujuannya akan digunakan dengan cara yang mengesampingkan hak-hakā€”privasi masyarakat.

Download File