Perspektif Gender dan Hak Anak Dalam Bisnis Dan Hak Asasi Manusia: Perempuan Dan Anak Di Bawah Kuasa Korporasi di Indonesia

Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM) adalah konsep yang dibicarakan secara progresif dalam 1 (satu) dekade belakangan. Hal ini didorong oleh kehadiran United Nation Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGP) pada tahun 2011 oleh Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keberadaan UNGP menjadi panduan juga bukan tanpa sebab, melakinkan hadir sebagai jawaban atas dorongan banyak pihak untuk menjadikan entitas bisnis bertanggung jawab atas penghormatan HAM dalam setiap jenjang operasional bisnisnya. Dorongan ini menjadi masif karena rentetan kasus yang melukai penikmatan HAM dari mulai pekerja hingga masyarakat sekitar lokus operasi bisnis. Dalam hal ini, perempuan dan anak menjadi kelompok yang lebih rentan karena berbagai faktor. Namun, pembahasannya secara komprehensif melalui kacamata relasi Bisnis dan HAM masih belum terpaparkan dengan luas oleh publik. Pemetaan situasi dan kondisi yang mendalam akan mendorong kehadiran kebijakan yang mampu melindungi hak-hak perempuan dan anak secara menyeluruh dari operasional bisnis yang eksploitatif dan diskriminatif.

Dengan semangat ini, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) bekerja sama dengan akademisi-akademisi dari lintas perguruan tinggi unutk menyusun bunga rampai yang mencakup sektor Pertanian, Pariwisata, Pekerjaan Ekonomi Informal, Kesehatan, Teknologi Informasi, hingga pada sektor yang interseksional seperti pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan manajemen perusahaan. Perpaduan perpektif Bisnis dan HAM, gender, dan hak anak yang dihadirkan setiap penulis diharapkan dapat memberikan gambaran utuh atas situasi dan kondisi yang dihadapi oleh anak dan perempuan di Indonesia dalam sektor-sektor yang disorot tersebut.

Unduh File