Perlindungan Data Pribadi Perlu Regulasi yang Komprehensif

ELSAM, Jakarta—ELSAM berpartisipasi dalam Dialog Nasional Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF) di Ruang Auditorium Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Rabu (9/10) lalu.

Dialog Nasional ID-IGF 2019 ini mengangkat beberapa topik, yakni Ekonomi, Hukum dan Regulasi, Sosial Budaya, Infrastruktur dan Youth ID-IGF.

Alia Yofira Karunian, Peneliti ELSAM yang berpartisipasi dalam diskusi tersebut, menjadi salah satu pembicara dalam sesi Hukum dan Regulasi I yang membahas perkembangan hukum dan regulasi terkait perlindungan data pribadi di Indonesia.

Alia memaparkan mengenai konsep dasar perlindungan data pribadi dan kaitannya dengan hak asasi manusia yakni hak atas privasi.

“Perlindungan data pribadi tidak semata-mata mengenai hak atas kerahasiaan. Perlindungan data pribadi itu merupakan kontrol terhadap data pribadi yang kita miliki,” ungkap Alia.

Selain itu, Alia juga memaparkan mengenai tantangan terkini perlindungan data pribadi yang kemudian melahirkan adanya urgensi pembentukan regulasi perlindungan data pribadi yang komprehensif di Indonesia.

Selain kebutuhan regulasi yang memadai, Betty Purwandari, Pengajar dan Peneliti dari Fakultas Ilmu Komputer UI, menyoroti permasalahan perlindungan data pribadi dari segi budaya masyarakat Indonesia.

“Nilai budaya kita di Indonesia sebenarnya kurang menghargai data pribadi. Kita perlu melihat permasalahan data pribadi secara keseluruhan dan harus diselesaikan secara bersama,” tuturnya.

Kurangnya penghargaan terhadap privasi ini perlu diatasi, salah satunya melalui pendidikan literasi terkait perlindungan data pribadi di Indonesia.

Pentingnya literasi tentang privasi juga ditegaskan oleh Teguh Prasetya, perwakilan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel).

“Latar belakang dari permasalahan ini adalah besarnya masyarakat Indonesia yang menggunakan internet. Dasar inilah yang menjadikan perlunya literasi, pengetahuan, tentang data privasi,” kata Teguh.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aptika Kominfo Semuel A Pangerapan menekankan pentingnya pendekatan multipihak dalam menghadapi tantangan terkini perlindungan data pribadi di Indonesia. “Untuk menghadapi tantangan tersebut diperlukan kerjasama dari semua pihak, pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya.

Penulis: Alia Yofira Karunian