Perkembangan Prinsip Ruggie, Menjelang Satu Dekade

ELSAM, JAKARTA—Cerita tentang Prinsip Ruggie dimulai pada Juli 2005, ketika Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan menunjuk John Ruggie sebagai Perwakilan Khususnya (SRSG) untuk Bisnis dan Hak Asasi Manusia. Mandat tersebut dibuat sebagai tanggapan atas perpecahan mengenai draf Norma Bisnis dan Hak Asasi Manusia yang diajukan ke Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada 2004 tetapi gagal mengumpulkan dukungan antarpemerintah.

Proposal Prinsip Ruggie kemudian keluar pada Juni 2008, berisi tiga pilar: melindungi, menghormati, dan memulihkan (A/HRC/8/5). Prinsip Ruggie terdiri dari 31 arahan, yang dibingkai dalam tiga pilar utama: kewajiban negara untuk melindungi dari pelanggaran hak asasi manusia, tanggung jawab perusahaan untuk menghormati hak asasi manusia, dan kebutuhan untuk membantu korban mencapai pemulihan

Untuk mengetahui lebih jauh tentang perkembangan penerapan Prinsip Ruggie di berbagai negara, ELSAM bekerjasama dengan Konsil LSM Indonesia, HRWG, dan Sawit Watch didukung oleh CEA Alliance & ICCO Cooperation menggelar sebuah webinar daring internasional bertajuk “The Life and Adventures of Ruggie Principles: A Snapshot of Business and Human Rights Practice from Indonesia”pada 23 November 2020.

Seminar dibuka oleh Anita Ramasastry, Chair of Working Group on Human Rights and Transnational Corporations and Other Business Enterprises dan Kiswara Prihandini, selaku Coordinator Indonesia Program and Policy dari ICCO Cooperation.  Seminar ini dimaksudkan sebagai ajang untuk berbagi pengetahuan tentang bisnis dan pembaruan hak asasi di dunia, termasuk Indonesia. Seminar juga dimaksudkan untuk mempromosikan isu bisnis dan hak asasi manusia kepada publik.

Christine Kaufmann, Chair of the OECD Working Party on Responsible Business Conduct dalam keynote speechnya menguraikan keterkaitan berbagai aspek dalam isu bisnis dan HAM.

“Panduan OECD memasukkan HAM dari UNGPs dan diperluas lagi konsepnya. Jadi intinya mereka mencakup semua keterkaitan, semua interaksi antara bisnis dan masyarakat, ini saya rasa satu hal yang sangat penting untuk konteks Indonesia, dan kita harus melihat perspektif konsumen, kita memang memiliki perpajakan kita juga memiliki kondisi penyuapan, korupsi, penyuapan adalah masalah lingkungan dan kita memiliki semua interseksionalitas ini,” ujar Christine.

Selanjutnya ada empat pemapar yang membahas lebih dalam lagi tentang bagaimana Prinsip Ruggie telah berpetualang yakni (1) Lorenzo Urbinati, Manager Development and Knowledge Management of Forum ASIA; (2) Ghislaine Nadaud, The Representative of the Dutch Business Forum Indonesia; (3) David Ardhian, Expert Board of the Food Sovereignty for Indonesia dan (4) Andi Muttaqien, Deputy Director Advocacy of the Institute for Policy Research and Advocacy (ELSAM)

Lorenzo memberikan konteks pembelajaran, bagaimana Thailand sebagai negara pertama yang sudah memiliki RAN bisnis dan HAM belum maskimal melibatkan masyarakat sipil dalam proses pembuatan RAN Bisnis dan HAM.

Sementara Ghislaine Nadaud menjelaskan bagaimana ABN Amro menjalankan beberapa upaya penerapan prinsip Ruggie untuk berbagai sektor dan juga memberikan beberapa rekomendasi untuk Indonesia dalam membuat rencana aksi kemudian melaksanakannya di kawasan ASEAN.

Adapun David Ardhian memberikan penekanan pada sektor perberasan yang menurutnya luput dari perhatian. Beras merupakan sektor yang menyangkut hidup jutaan petani dan berkaitan dengan pemain-pemain bisnis. Selama ini menurut David sektor ini belum banyak diacu dalam pembicaraan bisnis dan HAM. Lantas KRKP berinisiatif membangun satu upaya agar sektor ini berkelanjutan.

Menutup diskusi, Deputi Direktur ELSAM, Andi Muttaqien, memberikan alarm tanda bahaya, bahwa UU Cipta Kerja yang baru disahkan dapat menjadi tantangan baru bagi para pembela HAM yang mengadvokasi masyarakat terdampak aktivitas bisnis. Antara lain karena UU tersebut menghapus ketentuan pembatalan ijin lingkungan melalui pengadilan; hal ini terkait dengan pilar ke-3 Prinsip Ruggie.

Sekar Banjaran Aji

Seminar ini masih dapat diikuti di Youtuber Perkumpulan ELSAM (https://www.youtube.com/watch?v=5jpXM7cbGRI ). Materi dari pembicara seminar dapat diakses melalui tautan ini: https://s.id/roadto1decadeUNGP-materials