Perkara Sodong, Mesuji: Lahan Warga Diakui Berada di HGU PT. SWA

Kayuagung, 7 Oktober 2014 – Setelah 3 kali persidangan mengagendakan pemeriksaan Saksi yang dihadirkan Penggugat (PT. SWA), pada Selasa, 7 Oktober 2014 giliran Tergugat (warga Desa Sodong) mengajukan Saksi di persidangan.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Dominggus Silaban, SH., MH., ini, Tergugat menghadirkan 2 Saksi yang merupakan warga Desa Sugai Sodong, yakni Rudho Bagus dan Zainuddin KN. Sementara itu, Kuasa Hukum Tergugat dari Tim Kuasa Hukum dari Public Interest Lawyer Network yang hadir di persidangan yakni: Andi Muttaqien, Judianto Simanjuntak, Sandoro Purba, dan Wahyu Wagiman.

Dalam keterangannya di sidang, Saksi Rudho menerangkan bahwa dirinya juga memiliki lahan di atas tanah sengketa seluas 20 ha. Bahkan pihak PT. SWA juga pernah mengakui adanya tanah Saksi di dalam HGU PT. SWA dan sudah ada pembicaraan untuk menyelesaikannya, meski tak pernah diselesaikan (baik ganti rugi maupun jual beli). Keterangan Rudho ini membantah alasan Gugatan bahwa Tergugat hanya 4 orang saja, dan justru semakin membuktikan bahwa HGU PT. Sumber Wangi Alam tidak clear and clean.

Saksi berikutnya, Zainuddin hanya menerangkan bahwa dirinya pernah menyaksikan dan mendengarkan penejalsan adanya penandatanganan rencana pembangunan kebun plasma yang dibubuhkan di atas peta inventarisasi tanah rakyat yang dibuat PT. TMM (perusahaan yang satu grup dengan PT. SWA), yang menerangkan juga bahwa ada bagian lahan warga yang dijadikan lahan inti dan seluas 533 Ha akan dijadikan kebun plasma.

Kasus sengketa lahan di Mesuji, yang salah satunya terjadi di Desa Sungai Sodong, OKI, Sumsel kini bergulir di Pengadilan. PT. SWA menggugat 4 orang warga atas penguasaan lahan yang dilakukan warga di atas lahan sengketa seluas 633Ha. Kasus yang pernah mencuat di nasional itu, kini memasuki pengadilan dengan agenda pemeriksaan Saksi-saksi. Dalam Gugatannya, perusahaan juga menuntut ganti kerugian sebesar 12 milyar terhadap masyarakat.

Persidangan akan kembali digelar pada Selasa, 14 Oktober 2014, dengan kembali agendakan pemeriksaan Saksi dari Tergugat.