Pentingnya Mengintegrasikan Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan HAM dalam Pengembangan Pariwisata di Indonesia

Siaran Pers ELSAM

Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day) 2021

“Pentingnya Mengintegrasikan Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan HAM dalam Pengembangan Pariwisata di Indonesia”

Seiring dengan perkembangan dinamika global, industri pariwisata Indonesia berkembang sedemikian pesat, apalagi ketika pada tahun 2016 Presiden Joko Widodo menetapkan Sepuluh Bali Baru dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara. Proyek ini merupakan inisiatif pemerintah untuk membangun 10 pusat wisata baru untuk meniru dampak ekonomi pariwisata di Bali secara nasional. Namun, dalam perjalanannya, pengembangan pariwisata tersebut meninggalkan sejumlah persoalan yang berdimensi hak asasi manusia (HAM). Hal tersebut salah satunya ketika Pelapor Khusus PBB untuk Kemiskinan Ekstrem dan HAM, Olivier De Schutter, menemukan adanya indikasi pelanggaran HAM berupa perampasan tanah masyarakat setempat pada pengerjaan proyek Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Bali Baru sehingga menyebabkan para petani dan nelayan tergusur dari tanah yang mereka tinggali. 

Peringatan Hari Pariwisata Sedunia atau World Tourism Day diperingati setiap tanggal 27 September tiap tahunnya. Tahun ini, Hari Pariwisata Sedunia mengangkat tema “Tourism for Inclusive Growth” atau “Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif”. Tema yang dipilih tidak terlepas dari perhatian badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pariwisata (UNWTO) atas situasi Covid-19 yang telah berdampak serius terhadap aspek sosial dan ekonomi. Pandemi turut menyebabkan krisis sosial ekonomi yang memperburuk ketidaksetaraan dan kerentanan terhadap anak-anak sehingga meningkatkan risiko terhadap perdagangan anak, eksploitasi seksual, dan eksploitasi tenaga kerja.

Peringatan Hari Pariwisata Sedunia ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pariwisata yang sedang dikembangkan. Senada dengan hal tersebut, momentum Hari Pariwisata Sedunia ini turut dimanfaatkan oleh Mama Fatima Singhateh, UN Special Rapporteur tentang penjualan dan eksploitasi anak (UN Special Rapporteur on the Sale and Sexual Exploitation of Children) untuk mendesak seluruh negara untuk menandatangani Konvensi Kerangka Kerja Organisasi Pariwisata Dunia PBB tentang Etika Pariwisata dan untuk menyelaraskan regulasi nasional dalam rangka mengatasi eksploitasi anak dan mempromosikan pariwisata yang bertanggung jawab. Hal ini akan membantu negara-negara mencapai target untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak dan mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan yang terkandung dalam Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan. 

Dalam upaya memastikan agar pengembangan pariwisata berjalan secara inklusif dan  berkelanjutan dengan menghormati HAM, pemerintah perlu mengintegrasikan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan HAM atau the United Nation Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs) dalam pengembangan pariwisata nasional. Prinsip-Prinsip Panduan PBB ini merupakan standar pertama yang diterima global yang mencakup tanggung jawab negara dan bisnis dalam mencegah dan menangani pelanggaran HAM terkait bisnis. Upaya ini penting untuk dilakukan, apalagi saat ini pemerintah secara perlahan mulai membuka kembali berbagai destinasi Pariwisata.

Selain pemerintah, seluruh entitas bisnis yang terlibat dalam rantai nilai pengembangan pariwisata harus turut menghormati HAM. Prinsip-Prinsip Panduan PBB telah secara jelas memandu bagaimana cara perusahaan dapat menghormati HAM, seperti membuat komitmen HAM yang dicantumkan di seluruh operasional organisasi perusahaan; melakukan proses Uji Tuntas HAM untuk menilai dampak HAM aktual dan potensial, mengintegrasikan dan mengambil tindakan yang tepat berdasarkan hasil temuan dampak HAM; dan perusahaan harus menyediakan ruang pemulihan bagi korban atas setiap dampak buruk terhadap HAM.

Jakarta, 27 September 2021

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) 

Wahyudi Djafar
Direktur Eksekutif

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Andi Muttaqien (Deputi Direktur ELSAM), telp: 08121996984, Muhammad Busyrol Fuad (Manajer Advokasi), telp : 085655004863, Putri Nidyaningsih, (Staf Advokasi ELSAM), telp 0821 8654 7899.