Penguatan Kapasitas Pembela HAM Jejaring Timur Indonesia
Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembela HAM Jejaring Timur Indonesia tersebut bertujuan untuk memperkuat jaringan advokasi HAM dan lingkungan di antara para pembela HAM

Penguatan Kapasitas Pembela HAM Jejaring Timur Indonesia

Jumat, 1 Apr 2022

ELSAM, Bali — Advokasi hak asasi manusia (HAM) memerlukan kerja sama yang kuat di antara para aktivis, komunitas, dan semua orang yang memiliki perhatian terhadap perlindungan HAM. Tanpa kerja sama yang kuat gerakan HAM akan mudah dipatahkan dan cita-cita bersama perlindungan HAM akan selalu dibayang-bayangi oleh kegagalan.

Para pembela HAM kerap mengalami pemerkaraan hukum dan serangan, baik fisik maupun digital. Situasi ini sering kali menjadi penghambat pembela HAM lain untuk bergerak. Karenanya, selain kerja sama yang kuat para pembela HAM juga perlu membekali diri menghadapi berbagai ancaman yang mereka hadapi.

ELSAM berupaya menjembatani kerja sama antar-organisasi dan komunitas pembela HAM melalui sebuah pelatihan bersama. Di dukung oleh The Samdhana Institute, kegiatan bertajuk Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pembela HAM Jejaring Timur Indonesia tersebut bertujuan untuk memperkuat jaringan advokasi HAM dan lingkungan di antara para pembela HAM.

Pelatihan berlangsung di Badung, Bali, selama tiga hari mulai dari 28 hingga 31 Maret 2022. Seperti ditekankan pada tema kegiatan ini, pelatihan diikuti oleh peserta dari organisasi dan komunitas pembela HAM yang berasal dari wilayah timur Indonesia. Sebanyak 18 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka merupakan perwakilan dari lembaga dan komunitas, di antaranya dari Barisan Pemuda Adat Nusantara Sulawesi Tengah, Serikat Mahasiswa Progresif Sulawesi Tengah, Perempuan Pejuang Kodingareng, serta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Tenggara Timur dan Ambon.

Selain itu, hadir juga peserta dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Dari Papua tampak peserta dari Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (GempaR) dan Solidaritas Nasional Mahasiswa dan Pemuda Papua (Sonamapa) Papua Barat. Hadir juga peserta dari Komunitas Masyarakat Adat Pengraksa Gawar Kemaliq Gunung Selong Nusa Tenggara Barat, Pusat Kajian dan Advokasi Hak Asasi Manusia (Puspaham) Kendari, Sulawesi Tenggara, Yayasan Himpunan Maluku untuk Kemanusiaan (HUMANUM) Ambon,Yayasan Suara Nurani Minaesa Sulawesi Utara, dan tokoh perempuan adat dari Teluk Bintuni Papua Barat.

Selama tiga hari peserta mendalami berbagai topik mengenai HAM, regulasi terkait pembela HAM, analisis keamanan, resolusi konflik, serta topik terkait keamanan digital. Pada akhirnya, pelatihan tersebut bukan sekedar penyampaian materi mengenai HAM, hukum, dan materi terkait lainnya. Lebih dari itu pelatihan ini telah menjadi forum untuk saling mengenal satu sama lain dan memahami tantangan advokasi di daerah masing-masing. Konsolidasi, penguatan jaringan, dan advokasi bersama sering terbentuk dari forum semacam ini.   (Sueb)

A R T I K E L T E R K A I T

Jumat, 1 Apr 2022
Advokasi hak asasi manusia (HAM) memerlukan kerja sama yang kuat di antara para aktivis, komunitas, dan semua orang yang memiliki perhatian terhadap perlindungan HAM
Jumat, 23 Apr 2021
ELSAM didukung oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda menyelenggarakan pelatihan Bisnis dan HAM bagi masyarakat yang diberi nama ACCESS.
+