Menguatkan Pengetahuan untuk Memperkuat Mekanisme Pemulihan bagi Korban Terdampak Operasi Perusahaan

ELSAM, Bogor – ELSAM bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menggelar pelatihan Bisnis dan HAM bagi staf institusi negara terkait HAM.

Pelatihan CONNECT (Enhancing Knowledge of Business and Human Rights Between Institutions) ini maksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kepada staf lembaga negara terkait HAM agar dapat memberikan pelayanan bagi korban terdampak operasi perusahaan.

Di gelar di Bogor pada 13-16 Agustus 2019,  pelatihan ini diikuti oleh 20 staf institusi negara terkait HAM yakni Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, Ombudsman dan LPSK.

Salah satu pembicara yang hadir dalam pelatihan ini Ifdhal Kasim (Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden), yang memberikan materi terkait “Konsep Korban dalam Pelanggaran HAM.”

Ifdhal menjelaskan tentang berbagai jalur yang bisa ditempuh korban untuk mendapat keadilan. Jalur tersebut bisa melalui pengadilan seperti termuat dalam UU HAM dan UU Perlindungan Saksi dan Korban.

Jalur lain lanjut Ifdhal dapat melalui mediasi yang bisa dilakukan Komnas HAM. Mediasi di sini bukan berarti menjatuhkan hukuman kepada pelaku tapi lebih meminta tanggung jawab pelaku dalam konteks kompensasi, rehabilitasi dan seterusnya.

“Misalnya waktu saya di Komnas HAM itu kita pernah memediasi masyarakat nelayan di Kalimantan. Jadi ada perusahaan batu bara yang mengangkut batu bara menggunakan sungati sehingga berakibat pada nelayan yang kehilangan tangkapannya karena dia harus pergi lebih jauh sementara perahu yang dia miliki jarak tempuhnya tidak terlalu jauh. Oleh karena itu dia butuh kapal mesin yang jarak tempuhnya bisa lebih jauh. Setelah kita mediasi, perusahaan membayar ganti rugi, membangun jalan dan sekolah dan memberikan kapal-kapal untuk melaut lebih jauh,” jelas Ifdhal.