Menatap Tahun-Tahun Penuh Marabahaya:Laporan Situasi Pembela HAM atas Lingkungan Tahun 2019

Lebih dari setahun sejak Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) melansir laporan situasi Pembela HAM atas Lingkungan di Indonesia, kabar dan berita tentang penyerangan terhadap Pembela HAM atas Lingkungan masih terus bermunculan. Secara umum, sebagaimana nanti bisa dilihat lebih jauh dalam laporan ini, tidak ada perubahan signifikan yang positif terkait situasi Pembela HAM atas Lingkungan di Indonesia. Kerjakerja kemanusiaaan para Pembela HAM yang ada di garda depan perjuangan untuk kelestarian dan kedaulatan lingkungan ini masih terus dibayang-bayangi ancaman kekerasan. Kasus-kasus paling brutal juga masih muncul.

Ancaman pembunuhan yang menimpa Direktur WALHI Nusa Tenggara Barat, Murdani di penghujung Januari 2019 seperti menjadi “pembukaan sempurna” teater perburuan baik oleh aparatus negara ataupun negara terhadap Pembela HAM atas Lingkungan. Secara pahit, Para Pembela HAM atas Lingkungan bahkan kemudian dijejali dengan kabar martirnya Golfrid Siregar, pengacara publik WALHI Sumatera Utara yang menangani gugatan pembangunan PLTU Batang Toru, sebagai babak akhir.

Di tengah situasi Pembela HAM atas Lingkungan yang masih stagnan, ironisnya tren perubahan justru ada di pihak yang selama ini menjadi aktor pelaku, yakni negara. Sebagaimana telah banyak diketahui publik, negara memang sedang trengginas mengeluarkan paket kebijakan dan berupaya meregulasi sejumlah peraturan yang dianggap menghalangi masuknya investasi dan modal dan/atau mengganggu jalannya roda perekonomian nasional. RUU Cipta Kerja, RUU Minerba, untuk menyebut beberapa,hari ini sedang dikebut meski rakyat Indonesia bersama warga dunia sedang berjibaku bertahan dan melawan pandemi Covid-19. Mundur ke belakang, Pemerintahan Presiden Joko Widodo malah sudah berhasil menggembosi Komisi Pemberantasan Korupsi, institusi yang sejak lama menjadi salah satu tumpuan penegakan keadilan, termasuk di sektor lingkungan, melalui pengesahan Revisi UU KPK.

Dengan mempertimbangkan kompleksitas permasalahan dan dinamika ekonomipolitik di atas laporan “Menatap Tahun-Tahun Penuh Marabahaya” ini ditulis. Melalui laporan ini, ELSAM tidak hanya menyajikan data terbaru terkait kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap Pembela HAM atas Lingkungan di tahun 2019. Untuk memberikan pandangan yang lebih luas terkait kondisi yang sedang dihadapi Pembela HAM atas Lingkungan, ELSAM juga melengkapi laporan ini dengan analisa kecenderungan dan konteks ekonomi politik yang mengkondisikan kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap Pembela HAM atas Lingkungan. Pada akhirnya, melalui laporan ini, ELSAM berharap kontribusi kecil ini bisa setidaknya memberikan peta jalan perjuangan mewujudkan perlindungan Pembela HAM atas Lingkungan, keadilan dan kedaulatan lingkungan, dan pemenuhan Hak Asasi Manusia.

Untuk baca lebih lanjut, klik unduh