Menakar Peluang Indonesia Mengadopsi Legally Binding Instrument on Business and Human Rights

ELSAM, JAKARTA — ELSAM menyelenggarakan workshop “Proyeksi dan Modalitas dalam Mengadopsi Legally Binding Instrument on Business and Human Rights: Seberapa Besar Kemungkinannya?” di Hotel Alila, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2019).

Workshop yang dihadiri perwakilan dari berbagai kelompok masyarakat sipil (CSO) di Indonesia yang menaruh perhatian khusus pada isu bisnis dan hak asasi manusia (HAM) ini membahas perkembangan draf Legally Binding Instrument on Business and Human Rights (LBI). Instrumen ini diharapkan dapat secara efektif memberi perlindungan hukum terhadap korban kegiatan korporasi transnasional dan menjerat perusahaan yang aktivitasnya melanggar hukum dan HAM.

Executive Director Indonesia Global Compact Network, Josephine Satyono, dalam pemaparannya menyampaikan banyak perusahaan belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai prinsip-prinsip HAM yang harus dipatuhi dalam operasional mereka.

“Perusahaan melihat kurang adanya insentif dan tidak memiliki cukup pengetahuan untuk patuh pada prinsip HAM dalam kegiatan operasionalnya,” kata Josephine.

Karenanya menurut dia dibutuhkan market driven method dalam advokasi bisnis dan HAM kepada stakeholder perusahaan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Padjadjaran, Atip Latipulhayat, mengafirmasi pandangan Josephine. Sebab itu menurut Atip “Dibutuhkan jalan tengah dengan tidak mendikotomikan pendekatan soft law dan hard law dalam isu bisnis dan HAM, melainkan dengan diperkuatnya implementasi dari soft law oleh perusahaan sebagai satu kesatuan upaya untuk menuju hard law di kemudian hari.”

Dalam kesempatan yang sama perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Prabianto Mukti Wibowo selaku focal point binis dan HAM di Indonesia, mengatakan pemerintah merespon positif pembahasan LBI. Menurut Prabianto, secara substansi pemerintah akan terus mengkaji untuk menentukan sikap strategis dalam pertemuan selanjutnya.

Penulis: Ratu Durotun Nafisah