Membayangkan Internet Feminis di Asia Tenggara+

ELSAM—Feminist Principles of the Internet adalah serangkaian pernyataan yang mengaplikasikan lensa gender dan hak-hak seksual terhadap hak-hak terkait internet yang bersifat kritis.

Prinsip-prinsip ini berfungsi untuk memberdayakan lebih banyak perempuan dan queer untuk dapat sepenuhnya menikmati hak-hak dan menghilangkan patriarki. Prinsip-prinsip kunci tersebut mengintegrasikan berbagai realitas, konteks, dan kekhususan seseorang—termasuk usia, disabilitas, seksualitas, identitas dan ekspresi gender, lokasi sosial ekonomi, kepercayaan politik dan agama, asal etnis, dan penanda ras.

Feminist Principles of the Internet saat ini memiliki 17 Prinsip, yang terbagi ke dalam 5 klaster: Akses, Pergerakan, Ekonomi, Ekspresi, dan Perwujudan. Prinsip-prinsip ini secara kolektif bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja bagi gerakan perempuan untuk mengartikulasikan dan mengeksplorasi isu-isu terkait teknologi.

Adapun 17 prinsip yang terkandung dalam Feminist Principles of the Internet yakni sebagai berikut: akses terhadap internet, akses terhadap informasi, penggunaan teknologi, resistance, pembangunan gerakan, tata kelola internet, ekonomi alternatif, free and open source, memperkuat diskursus feminisme, kebebasan berekspresi, pornografi dan “konten berbahaya”, persetujuan, privasi dan data, memory, anonimitas, anak dan remaja, dan kekerasan online.

Peneliti ELSAM Alia Yofira Karunian berpartisipasi sebagai peserta dalam Imagine a Feminist Internet Southeast Asia+ (IFI-SEA+) Workshop yang diselenggarakan pada 14-16 November 2019 di Transit Hotel Kuala Lumpur, Malaysia. IFI SEA+ Workshop merupakan wadah pertemuan aktivis hak-hak perempuan, seksual dan internet mendiskusikan pertalian isu di antara gender dan teknologi di wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya.