Membangun Kesadaran Publik tentang Isu Kebebasan Berekspresi dan Hak Privasi di Indonesia

ELSAM, Surabaya –Kriminalisasi terhadap kebebasan ekspresi yang sah di dunia internet dan pencurian data pribadi yang marak di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di era perkembangan teknologi. Sejumlah pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi dan hak atas privasi tersebut menunjukkan pentingnya pembentukan perlindungan atas kedua hak itu.

Dalam rangka menyebarkan semangat perlindungan atas hak kebebasan berekspresi dan hak atas privasi, ELSAM dan jaringan akademisi dari berbagai universitas, turut berpartisipasi dalam Seminar Internasional Freedom and Constitutionalism yang diselenggarakan Universitas Airlangga pada tanggal 7-8 Desember 2015 di Surabaya. Dalam kegiatan yang sama, jaringan akademisi juga meluncurkan kumpulan tulisan terkait kebebasan berekspresi dengan judul “Kebebasan Berekspresi di Indonesia: Hukum, Dinamika, Masalah dan Tantangannya.”

Dalam seminar internasional tersebut, jaringan akademisi membahas permasalahan aktual serta kebutuhan perlindungan dalam kebebasan berekspresi dan hak atas privasi di Indonesia, sebagaimana termaktub dalam UUD 1945. Kegiatan ini sendiri merupakan bentuk kontribusi kalangan akademisi untuk memperkuat perlindungan terhadap kebebasan berekspresi dan hak atas privasi kaitannya dengan kebebasan dan konstitusi.

Dalam forum itu, jaringan akademisi juga mendesak Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta DPR untuk memasukkan RUU ITE ke dalam Prolegnas 2016. Mereka juga mendorong para pihak pemangku kebijakan untuk menghapus ketentuan pidana dalam UU tersebut, yang merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi.

Jaringan akademisi yang beranggotakan beberapa dosen dari berbagai universitas di Indonesia juga sedang menyusun buku bunga rampai terkait kebebasan berekspresi di Indonesia. Selain itu juga jaringan ini tengah dalam proses merancang modul perkuliahan atau silabus terkait kebebasan ekspresi dan privasi. Silabus ini rencananya akan dijadikan panduan bahan ajar yang diterapkan di Fakultas Hukum sejumlah universitas, di antaranya Universitas Andalas, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Padjajaran

Penulis: Blandina Lintang
Editor: Ari Yurino