Memahami Tantangan Penegakan HAM Secara Global

ELSAM, Oslo- Pada tanggal 4-9 September 2017, ELSAM berkesempatan untuk mengikuti pelatihan bertajuk Introductory Course on International Human Rights 2017 yang diselenggarakan oleh National Centre for Human Rights (NCHR), University of Oslo di Norwegia. Pelatihan ini memberikan pengetahuan seputar pengantar HAM Internasional.  Tujuannya untuk memperluas perspektif dan peluang untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip, standar dan pendekatan-pendekatan HAM kedalam pekerjaan sehari-hari sesuai dengan fokus peserta.

Seperti yang tertulis dalam situs resmi NCHR, ada 17 topik yang dibahas dalam pelatihan ini, antara lain; (1) Sejarah HAM Internasional, (2) Kerangka Hukum HAM Internasional, (3) Non-Diskriminasi dan Kesetaraan, (4) Kebebasan Beragama/ Berkeyakinan, (5) Bisnis dan HAM, (6) Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, (7) Minoritas dan Hak-hak Masyarakat Adat, (8) Mekanisme HAM Regional, (9) Sistem PBB (mekanisme berdasarkan piagam, mekanisme berdasarkan perjanjian, prosedur khusus dan Institusi-institusi HAM Nasional), (10) Ujaran Kebencian dan Hak Kebebasan Berekspresi, (11) Perlindungan HAM bagi Pengungsi, Pencari Suaka dan Orang Tanpa Kewarganegaraan, (12) Operasionalisasi Praduga Tak Bersalah dalam kerja praktis bersama Kepolisian dan Militer, (13) HAM Internasional dalam Yuridiksi Nasional, (14) Meninjau kerja-kerja dan tantangan yang dihadapi Institusi HAM Nasional Norwegia (National Institutions for Human Rights), (15) Hak-hak buruh, (16) Studi Banding ke Mahkamah Agung Norwegia serta (17) Simulasi Sidang Pengadilan HAM.

Untuk memperdalam materi, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung dengan narasumber yang ahli di bidangnya. Mulai dari pengalaman akademisi, penegak hukum, pelapor khusus PBB serta wakil dari Komisi HAM Antar-Pemerintah ASEAN (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights).

Isu terhangat dalam diskusi penegakan HAM secara global adalah kebebasan beragama/ berkeyakinan, ujaran kebencian dalam kerangka kebebasan berekspresi yang menjadi tantangan di negara Asia maupun Eropa dan Amerika Serikat. Salah satunya adalah tantangan ASEAN dalam menangani kasus kemanusiaan Rohingya. Selain itu, pelatihan ini juga memaparkan tren bisnis dan HAM termasuk prinsip OECD.

Pelatihan ini diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari 14 negara yaitu Indonesia, Bolivia, Kuba, Irak, Iran, Myanmar, Nepal, Norwegia, Palestina, Uganda, Meksiko, Vietnam, Georgia dan RRT. Peserta pelatihan ini berasal dari berbagai latar belakang maupun disiplin ilmu antara lain perwakilan pemerintah, aktivis CSO, akademisi, advokat, mahasiswa dan psikiater. []

Penulis : Antalasi Febrisa