Launching dan Bedah Buku “Pembela HAM Menulis – Seri II”

Jayapura, ELSAM — ELSAM bersama Sekretariat Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Fransiskan menggelar bedah buku Pembela HAM Menulis Seri II, Jumat (2/8/2019).

Bertempat di Pusat Pembinaan dan Pengembangan Wanita Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (P3W-GKI), Abepura, Jayapura, Papua, bedah buku ini dihadiri langsung oleh empat dari lima penulis buku. Mereka adalah Pilipus Robaha, Yohanis Mambrasar, Maria B Kapitaraw, dan Waldine Praxedes Meak.

Sementara John Gobay (anggota DPR Papua) dan I Gusti Ngurah Suryawan, antropolog Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari, Papua Barat , menjadi penanggap.

Pembela HAM Menulis – Seri II merupakan bunga rampai kedua karya alumni Kursus Dasar Pembela HAM–kursus yang diadakan oleh ELSAM dan PBI (Peace Brigades Internasional).

Persoalan HAM yang diangkat dalam buku ini dapat dibagi ke dalam dua isu besar: hak sipil dan politik (Sipol) dan hak ekonomi, sosial, dan budaya (Ekosob).

Empat tulisan terkait Hak Ekosob mengurai masalah perburuhan, perkebunan, air bersih, dan kehutanan. Sementara satu tulisan terkait hak Sipol mengupas masalah represi terhadap kebebasan berekspresi di Papua.

Perlu diketahui, sejak 2015 sampai pertengahan 2018,  ELSAM telah menyelenggarakan Program Penguatan Kapasitas Pembela Hak Asasi Manusia. Program ini menitikberatkan pada isu mengenai Papua lantaran posisi Papua yang penting dalam sejarah penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.

Sebagai satu wilayah yang memiliki akar historis paling berbeda di antara wilayah lain di Indonesia, Papua sudah sejak lama menjadi tempat paling laten bagi pelbagai jenis pelanggaran HAM, terutama pelanggaran HAM berat. Urgensi tersebut yang kemudian membuat Kursus Dasar Pembela HAM, yang merupakan kegiatan utama program ELSAM – PBI, menyediakan kuota peserta terbesar untuk mahasiswa atau aktivis dari Papua.

Selama tiga tahun kursus ini telah meluluskan 41 alumni mahasiswa/pegiat HAM Papua, dari total 49  alumni. Salah satu kegiatan dari Kursus Dasar Pembela HAM adalah penelitian mengenai situasi HAM. Penelitian ini mengambil isu yang paling diakrabi dengan wilayah penelitian yang paling dipahami oleh para penulis sesuai dengan pengalaman kerja dan domisili masing-masing.

Selama dua bulan pascakursus, alumni melakukan penelitian lapangan dengan mendapatkan pendampingan dari Tim ELSAM. Mereka mempraktikkan pengetahuan dan kemampuan penelitian sosial dan HAM yang telah didapatkan selama kursus. Hasilnya adalah dua serial buku yang salah satunya dibedah dalam acara bedah buku ini.

ELSAM berharap penerbitan buku ini bisa menyumbang perluasan diskursus isu HAM ke dalam spektrum yang lebih luas, tidak hanya membincang soal Hak Politik. ELSAM melihat bahwa kompleksitas isu HAM di Papua belakangan mengalami perluasan lantaran perkembangan faktor ekonomi politik di Tanah Papua maupun di Indonesia.

Muhammad Azka Fahriza