Konferensi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia di Indonesia: Menciptakan Peluang Integrasi Hak Asasi Manusia Ke Dalam Regulasi dan Praktik Bisnis di Indonesia

Siaran Pers

Konferensi Nasional Bisnis dan Hak Asasi Manusia di Indonesia : Menciptakan Peluang Integrasi Hak Asasi Manusia Ke Dalam Regulasi dan Praktik Bisnis di Indonesia

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)

Era globalisasi yang ditopang oleh sektor bisnis memicu pertumbuhan ekonomi yang semakin maju pesat dalam tiga dekade terakhir ini. Pertumbuhan ekonomi dengan peran dominan sektor bisnis menimbulkan berbagai isu. Salah satu isu yang mengemuka adalah pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh korporasi nasional maupun multinasional.Pelanggaran hak atas kehidupan yang layak, hak atas pangan, hak atas air, hak buruh, hak atas lingkungan hidup yang sehat, bahkan konflik agraria merupakan dampak buruk yang ditimbulkan oleh praktik korporasi nasional maupun multinasional.

Oleh karenanya dalam rangka mendiskusikan dan membahas mengenai isu dampak operasi bisnis terhadap hak asasi manusia, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bersama-sama dengan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) akan mengadakan Konferensi Nasional dengan Tema Bisnis dan Hak Asasi Manusia di Indonesia : Peluang dan Tantangan.

Konferensi ini dilaksanakan sebagai bagian dari tindak lanjut dikeluarkannya Prinsip-Prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Panduan Bisnis dan Hak Asasi Manusia: Implementasi Kerangka “perlindungan, penghormatan dan pemulihan”. Sehingga, keberadaan prinsip-prinsip PBB ini diharapkan akan berkontribusi pada perbaikan situasi hak asasi manusia di Indonesia. Khususnya bagaimana mengintegrasikan hak asasi manusia ke dalam regulasi dan praktik bisnis di Indonesia.

Konferensi yang diadakan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini berlangsung selama 2 hari, yaitu Kamis-Jumat, 5-6 November 2015. Konferensi terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu, penyampaian materi, rapat pleno dan diskusi panel.

Konferensi ini akan menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker), yaitu :

  1. Prof. Dr. Makarim Wibisono [Chairperson to the 2nd Annual Forum on Business and Human Rights, Geneva (2013)/ Special Rapporteur on the situation of human rights in the Palestinian;
  2. Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H. (Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Kementerian Hukum dan HAM);

Dalam makalahnya Prof. Dr. Makarim Wibisono mengangkat tema Peran dan Tanggung Jawab Korporasi dalam Pemajuan dan Perlindungan HAM: Perspektif Politik Ekonomi Global. Beliau berangkat dari salah satu prinsip dalam tiga pilar dasar Prinsip-Prinsip Panduan Bisnis dan Hak Asasi Manusia: Implementasi Kerangka “perlindungan, penghormatan dan pemulihan” Perserikatan Bangsa-Bangsa yaitu tanggung jawab perusahaan untuk menghormati hak asasi manusia, yang berarti tidak melanggar hak asasi manusia yang diakui secara internasional dengan menghindari, mengurangi, atau mencegah dampak negatif dari operasional korporasi.

Menurut Prof Makarim Wibisono, korporasi harus tetap menghormati dan melindungi dengan cara menciptakan komitmen HAM dan melakukan uji tuntas HAM dalam menjalankan operasional bisnisnya, bahkan apabila HAM itu tidak diakui di dalam sistem hukum nasionalnya. Untuk itu perlu ada akses bagi korban untuk meminta pemulihan terhadap korporasi yang melakukan berikutnya.

Dalam pidato berikutnya, Menteri Hukum dan HAM akan mengangkat tema Integrasi Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan HAM ke dalam Hukum Nasional: Peluang dan Tantangan. Menteri Hukum dan HAM menjelaskan bahwa ke depannya perlu adanya internalisasi dan integrasi prinsip-prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan HAM tersebut ke dalam Peraturan Perundang-undangan Nasional. Di Indonesia sendiri telah ada beberapa peraturan yang mengatur tentang itu, tetapi ke depannya perlu diciptakan regulasi-regulasi yang lebih efektif melindungi HAM karena sejauh ini regulasi yang ada lebih menitikberatkan pada kepentingan privat dibandingkan dengan kepentingan umum.

Selain dua pembicara kunci tersebut, Konferensi ini juga akan menghadirkan narasumber-narasumber:

  1. Nur Kholis (Ketua Komnas HAM);
  2. Ir.Arry Ardanta Sigit, M.Sc (Direktur Kerjasama HAM)
  3. Dr. JakaTriyana, S.H.,LL.M, M.A
 (Ketua Bagian Hukum Internasional FH UGM);
  4. Y. W. Junardy (Ketua Indonesian Global Compact Network/IGCN);
  5. Sulaiman Syarif
(KaSubDit Hak-hak EkoSosBud dan Pembangunan, Kementerian Luar Negeri).

Rangkaian selanjutnya adalah diskusi panel, di mana seluruh peserta dibagi ke dalam 3 panel untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dan saling bertukar pendapat antara sesama peserta mengenai tema yang diangkat dalam Konferensi ini.

Pada hari kedua, Jumat, 6 November 2015 konferensi diawali dengan Rapat Pleno yang beragendakan laporan dan hasil pembahasan/rekomendasi dari diskusi panel yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya oleh masing-masing Rapporteur tiap panel. Setelah itu hasil diskusi disimpulkan dan kemudian dilakukan deklarasi dan tindak lanjut yang ditujukan untuk menguatkan komitmen semua peserta dalam bergerak menyerukan penghormatan dan perlindungan.

Pembukaan dan penutupan Konferensi Nasional Bisnis dan HAM ini akan dilakukan oleh Dekan Fakultas Hukum UGM, Prof. M.Hawin, S.H., LL.M., Ph.D. Prof. M. Hawin berharap konferensi ini dapat mendiskusikan dan memperluas wawasan mengenai perlindungan dan tantangan dalam melakukan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia dalam hubungannya dengan operasi bisnis.

Yogyakarta/Jakarta, 4 November 2015

Narahubung :
Dr. H. Jaka Triyana, S.H., LL.M, M.A. (Ketua Bagian Hukum Internasional FH UGM) 087739106769
Indriaswati Dyah Saptaningrum, S.H, LLM (Direktur Eksekutif ELSAM) 081380305728