Mendemokratiskan Pemilu
Mendemokratiskan Pemilu

Mendemokratiskan Pemilu

Rabu, 10 Jul 1996

199607_BUK_Mendemokratiskan-Pemilu_CF (1689x2390)Mendemokratiskan Pemilu Judul: Mendemokratiskan Pemilu Penyunting: Ifdhal Kasim Cetakan Pertama, Juli 1996 Desain Cover: Buldanul Khuri Ilustrasi Cover: Haitamy El Jaid Penerbit: Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) ISBN: 979-8981-00-6

Di tengah tuntutan demokratisasi proses pemilu dewasa ini, yang kian keras gaungnya itu, mau tidak mau keseluruhan tahap pelaksanaan pemilu harus menjamin adanya keikutsertaan warganegara secara bebas. Faktor keikutsertaan warganegara secara bebas inilah yang menjadi parameter yang menentukan untuk mengatakan suatu pemilihan umum itu berjalan secara demokratis atau tidak, dan sekaligus juga menentukan keabsahan pemerintah. Makanya kemampuan sistem pemilu dalam memberi kesempatan bagi para warganegara untuk menyatakan pendapatnya (tentu saja dalam menentukan pilihan atas wakil-wakilnya) dengan sebebas-bebasnya menjadi sangat menentukan disini. Pada titik inilah kita melihat urgensinya membicarakan demokratisasi pelaksanaan Pemilu.

Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perdebatan yang kini terus berjalan menuntut demokratisasi pemilu. Perdebatan mengenai isu ini, seperti kita ketahui, dapat dikatakan dimulai dari penegasan Presiden Soeharto akan perlunya penelitian terhadap pemilu yang sudah berjalan. Tujuannya adalah untuk memperbaiki pemilu di masa depan. Hal yang sama juga dilakukan oleh ABRI dan kelompok-kelompok masyarakat seperti CIDES, misalnya. Usaha-usaha inilah yang kemudian mengkristal dalam bentuk kehadiran berbagai lembaga pengawasan pemilu dari masyarakat (seperti KNPP dan KIPP).

Untuk membaca buku ini, silakan klik unduh

A R T I K E L T E R K A I T

Rabu, 14 Jul 2021
Mekanisme perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia (HAM) perlu terus diperbaiki. Prosedur perlindungan dan peran Komnas HAM untuk melindungi pembela HAM perlu diperkuat.
Rabu, 14 Jul 2021
Kajian terhadap draf perubahan Perkom Pembela HAM terus dilakukan. Terakhir, kajian dilakukan bersama para akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat korban di Bengkulu.
+