Iklan Kampanye Politik, Media Sosial, dan Disinformasi dalam Pilkada 2020

ELSAM, Jakarta—ELSAM mengadakan diskusi kelompok terfokus (FGD) tentang hasil pemantauan terhadap iklan politik dalam pemilihan kepala daerah 2020 (Pilkada 2020). Sejumlah masalah terkait iklan politik terungkap, mulai regulasi yang tidak memadai, hingga adanya disinformasi.

FGD digelar pada Jumat (19/3/2021), dihadiri oleh perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat dan daerah, Badan Pengawas Pemilu Daerah, Facebook Indonesia, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) dan Center For Digital Society (CfDS).

Memaparkan hasil pantauan, Peneliti ELSAM Alia Yofira menunjukkan beberapa persoalan terkait iklan kampanye politik pada Pilkada 2020.

Pertama, belum memadainya regulasi pilkada dalam mengatur iklan kampanye politik. Hal ini berdampak pada permasalahan implementasi pengawasan khususnya terkait iklan politik di media sosial.

Kedua, rendahnya kesadaran baik pasangan calon maupun lembaga pengawas pemilu terhadap iklan kampanye politik.

Ketiga, ditemukan sejumlah pelanggaran terhadap regulasi pilkada, khususnya terkait iklan kampanye yang bermuatan disinformasi.

Keempat, adanya perbedaan tingkat transparansi iklan kampanye politik saat Pilkada 2020 lalu.

Menanggapi temuan tersebut, Komisioner KPU RI, Dewa Raka Sandi, mengatakan Regulasi terkait iklan kampanye perlu dibenahi agar sesuai dengan perkembangan model kampanye saat ini.

Dewa Raka menambahkan, di samping lembaga penyelenggara pemilu, pengawasan terhadap kampanye di media sosial juga perlu peran aktif dari platform.

Pemantauan iklan politik dilakukan ELSAM pada 9 Agustus hingga 9 Desember 2020 di empat daerah yang mengggelar pilkada.

Keempat daerah tersebut adalah Sumatera Barat (Pilgub Sumatera Barat dan Pilbup Kabupaten Solok Selatan), Kalimantan Selatan (Pilgub Kalimantan Selatan dan Pilwalkot Kota Banjarmasin), Bali (Pilwalkot Kota Denpasar) dan Jawa Barat (Pilwalkot Kota Depok). Keempat daerah dipilih berdasarkan tingkat penetrasi internet di daerah itu yang cukup baik dibanding daerah pemilihan lain.

Sulawesi Selatan (Pilwalkot Kota Makassar) kemudian diikutsertakan sebagai daerah yang dipantau. Pertimbangannya, Sulawesi Selatan menduduki peringkat pertama daerah dengan jumlah belanja iklan tertinggi saat Pilkada 2020 lalu.

Alia Yofira Karunian