Hukum Pelindungan Data Pribadi Penting untuk Menjamin Privasi dan Kebebasan Berekspresi

ELSAM, Malang—Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberi masyarakat berbagai kemudahan.

Meski demikian, perkembangan teknologi juga membawa risiko terhadap penikmatan hak atas privasi, kebebasan berekspresi, dan berpendapat.

Demikian dikatakan Ericha Putri, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, dalam webinar yang diadakan ELSAM dan Lembaga Pers Mahasiswa Manifest, Universitas Brawijaya, Malang, Jumat, 27 September 2020.

Gangguan terhadap privasi dan kebebasan berekspresi lanjut Ericha terjadi dalam berbagai bentuk, mulai penipuan, penggelapan dan pencurian data, hingga pemantauan terhadap aktivis mahasiswa ketika sedang melakukan aksi demonstrasi atau mengadakan diskusi kritis.

Berbagai bentuk pelangggaran tersebut membatasi masyarakat untuk mengungkapkan pandangan mereka. Ericha meminta pemerintah agar segera mengesahkan hukum pelindungan data pribadi agar masyarakat tak merasa terganggu dalam mengekspresikan pikiran mereka.

Dalam kesempatan yang sama Peneliti ELSAM Lintang Setianti menekankan hal senada. Lintang mengatakan, data pribadi dieksploitasi oleh berbagai pihak dengan berbagai kepentingan. Mulai dari pemanfaatan data untuk kepentingan pemilihan umum, hingga pembentukan kecerdasan artifisial buatan (artificial intelligence) yang alih-alih membantu proses penegakan hukum, tetapi justru berpotensi meningkatkan diskriminasi.

Hukum pelindungan data pribadi sangat penting untuk disahkan, lanjut Lintang, karena melalui hukum tersebut hak seseorang atas data pribadinya diakui.

Tak hanya itu, hukum pelindungan data pribadi kata Lintang juga dapat memastikan pengendali dan pemroses data mematuhi prinsip pelindungan data pribadi.

Lintang Setianti