HAM Sebagai Bahasa Perdamaian: Sebuah Perkenalan Awal dengan Kaum Muda

1330676204_CF_HAM_sebagai_Bahasa_PerdamaianPemuda dan Hak Asasi Manusia (HAM) tidak pernah dapat dipisahkan. Berbagai peristiwa politik yang pada dasarnya adalah perjuangan untuk menegakkan HAM dimotori oleh pemuda. Sumpah Pemuda 1928 merupakan gerakan pemuda yang memperjuangkan hak untuk menentukan diri sendiri serta melepaskan diri dari kolonialisme. Gerakan mahasiswa dalam peristiwa Malari 1974 adalah gugatan terhadap absennya penjaminan hak sosial dan ekonomi akibat derasnya impor produk Jepang yang mematikan kedaulatan ekonomi bangsa. Kulminasi perlawanan pemuda adalah gerakan mahasiswa 1998. Gerakan tersebut menolak secara total rejim yang selama 32 tahun memiliki catatan hitam dalam penegakkan HAM.

Di republik ini, semua gerakan melawan kemapanan yang anti HAM dimotori oleh pemuda. Pemuda terbukti mampu mengorganisir diri dengan baik untuk melawan ideologi anti HAM yang terinstitusionalisasikan baik dalam makro politik (negara) maupun mikro politik (institusi pendidikan, agama, ekonomi, dan lain sebagainya). Ini membuktikan bahwa pemuda merupakan sebuah tonggak penegakan HAM di republik ini. Kokoh-rebahnya HAM selalu kembali pada kemauan dan kemampuan pemuda untuk mengartikulasikan HAM secara politik demi kesetaraan dan keadilan.

Untuk membaca buku ini, silakan klik unduh