ELSAM dan LPSK Tandatangani MoU Kerja Sama Pemulihan Korban Pelanggaran HAM

ELSAM, JAKARTA – Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama pemulihan saksi dan korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Penandatanganan dilakukan Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo dan Direktur Eksekutif ELSAM Wahyu Wagiman di kantor LPSK, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Pedoman Pelaksanaan Kerja Sama antara LPSK dengan ELSAM oleh Sekretaris Jenderal LPSK Noor Sidharta dan Direktur Eksekutif ELSAM Wahyu Wagiman. Penandatanganan disaksikan Wakil Ketua LPSK Susilaningtias dan Wakil Kepala Bidang Politik Kedutaan Besar Kerajaan Belanda Brechtje Klandermans.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan MoU antara kedua lembaga akan menjadi landasan hukum untuk kerja sama mewujudkan upaya pemulihan bagi saksi dan korban pelanggaran HAM.

“Kita menakar peluang-peluang layanan pemulihan bagi para korban pelanggaran hak asasi manusia terutama akibat tindakan korporasi,” ujar Susi.

Sementara Direktur Eksekutif ELSAM Wahyu Wagiman menuturkan, pihaknya menggandeng sejumlah lembaga negara untuk bersama-sama mengadvokasi dan mencari peluang pemulihan bagi korban pelanggaran HAM tanpa harus menunggu proses peradilan.

“Kami menggandeng semua stakeholder, mulai Komnas HAM dan LPSK untuk mencari peluang itu,” katanya.

Ada beberapa hal yang diatur dalam MoU antara LPSK dengan ELSAM. Di antaranya perumusan rekomendasi kebijakan tentang perbaikan mekanisme pemulihan saksi dan/atau korban pelanggaran HAM, penelitian dan pengembangan terhadap kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas perlindungan saksi dan korban, serta peningkatan sumber daya manusia.

Penulis: Sekar Banjaran Aji

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *