ELSAM dan KADIN Kerja Sama Tingkatkan Kesadaran HAM di Dunia Usaha

ELSAM, Jakarta – ELSAM bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyelenggarakan dialog multipihak bertajuk “Peran Sektor Swasta Dalam Rangka Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” pada Rabu (3/7). Berlangsung di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, dialog terbatas ini diikuti oleh 23 orang yang terdiri dari perwakilan Kementerian Hukum dan HAM, Kedutaan Belanda, Kementerian Luar Negeri, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil.

Ketua Komite Khusus Pengusaha Berintegritas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KUPAS-Kadin) Rakhmat Junaidi menyambut baik program kerjasama dengan ELSAM. Melalui kerja sama tersebut dia berharap kesadaran mengenai bisnis dan hak asasi manusia tidak hanya tumbuh di organisasi pengusaha di pusat tapi juga dapat menular ke daerah.

Sementara Direktur ELSAM Wahyu Wagiman mengatakan, kegiatan dialog tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat sipil. “Kami mendorong banyak stakeholder agar lebih banyak mendiskusikan isu HAM dan bisnis,” katanya.

Baca Juga :  Membangun Gerakan Keadilan Lahan yang Inklusif

Mewacanakan HAM di dunia usaha memiliki banyak tantangan. Salah satunya kata Direktur Eksekutif Indonesia Global Compact Network (IGCN), Josephine Satyono atau akrab dipanggil Josi, karena kalangan usaha masih asing dengan isu ini.

“’Ntar kita disuruh kerja bakti, udah deh kita jauh-jauh dulu dari HAM. Saya tidak mau berurusan dengan orang hilang dan penculikan’. Orang bisnis berpikirnya seperti itu,” kata Josi.

Josi melanjutkan, banyak juga para pengusaha yang enggan bersentuhan dengan isu HAM karena dianggap tidak mendatangkan keuntungan. Anggapan ini menurutnya keliru.

“Kenapa kita bicara HAM karena kita bicara sustainability perusahaan dan profit. Sekarang dunia global atau investor dunia sudah mensyaratkan penerapaan bisnis dan HAM sebelum mereka mau menginvestasi dan beli saham. Ini menjadi perhatian penting dari dunia bisnis,” jelas Josi. (Putri Nidyaningsih)

Baca Juga :  HAM Dilanggar, Bagaimana Korban Mendapat Perlindungan dan Pemulihan?