Dukungan Perkara Praperadilan Pengacara Publik LBH Jakarta

ELSAM-Jakarta. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) memberikan dukungan terhadap Alldo Fellix Januardy, pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta) dalam sidang praperadilan yang berlangsung terhadap tidak sahnya penghentian penyidikan atas pengeroyokan dirinya.

Pada 12 Januari 2016, Alldo yang saat itu sedang mendampingi warga Bukti Duri dikeroyok oleh anggota Kepolisian dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja. Sebelumnya, Pengroyokan tersebut terjadi ketika Alldo meminta anggota Kepolisian untuk menghormati hukum dan proses hukum yang sedang ditempuh oleh warga Bukit Duri (gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara dan mediasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Daerah Khusus Ibukota Jakarta). Alldo menderita luka-luka dan beberapa barang miliknya seperti kacamata dan telepon genggam rusak parah.

Setelah kejadian itu, ia membuat laporan polisi. Namun, proses hukum tersebut berakhir setelah 1,5 tahun respon yang didapatkan dari Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan adalah surat pemberitahuan bahwa kasus penyidikan dihentikan.

ELSAM menilai penghentian penyidikan tersebut merupakan tindakan tidak sah yang mengingkari proses hukum dan keadilan. Mengingat laporan tersebut dilampirkan dengan bukti-bukti yang cukup, seperti foto dan video yang mengabadikan momen pengeroyokan tersebut serta sudah diperiksanya saksi langsung yang menyaksikan pengeroyokan. Oleh sebab itu, penghentian penyidikan ini adalah bentuk ketidakadilan dan bentuk ancaman terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Sebagaimana warga negara pada umumnya, Alldo sebagai pengacara publik harusnya mendapatkan perlindungan hukum yang sama sesuai dengan konstitusi. Termasuk perannya sebagai advokat yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokasi dan Prinsip Dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang peran Advokat (United Nations Basic Principles on the Role of Lawyers).

Penulis : LS