Buku Bunga Rampai: Mendiseminasikan Gagasan Kebebasan Berekspresi dan Hak Atas Privasi Kepada Publik

ELSAM, Yogyakarta – Arus deras pemanfaatan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan manusia, ternyata belum menjadikan isu kebebasan ekspresi dan hak atas privasi menjadi topik populer di tengah masyarakat. Padahal dalam era digital, khususnya meningkatnya kriminalisasi atas ekspresi yang sah di dunia internet, membutuhkan kesadaran publik dan perlindungan hukum mengenai hak berekspresi dan hak privasi.

Menindaklanjuti jaringan akademisi kebebasan ekspresi yang telah diprakarsai ELSAM, tahapan selanjutnya dari konsolidasi jaringan ini adalah melakukan penelitian untuk penulisan buku bunga rampai terkait isu kebebasan ekspresi dan hak atas ekspresi.

“Hal ini merupakan bagian dari tahapan konsolidasi jaringan akademisi kebebasan ekspresi bekerja sama ELSAM dengan sejumlah akademisi dari beberapa universitas di Indonesia dan juga Dewan Pers” ujar Wahyudi Djafar, peneliti ELSAM dalam pembukaan workshop jaringan akademisi di Yogyakarta, 10 Agustus 2015.

Menurutnya, pembuatan buku bunga rampai ini juga merupakan sumbangsih akademisi dalam mendarmakan ilmunya kepada masyarakat. Hal ini, tambahnya, disebabkan karena isu kebebasan ekspresi dan privasi di Indonesia masih sangat jarang terutama dalam hal literatur dan data pustaka.

Tanggapan serupa juga dilontarkan oleh Sintadewi salah satu peserta jaringan akademisi ini, menurutnya literatur terkait hukum cyber yang berkaitan dengan kebebasan ekspresi dan hak privasi di Indonesia sangat minim.

“Hal ini langkah baik mengingat literatur terkait isu hukum cyber, kebebasan ekspresi dan hak privasi dalam bahasa Indonesia sangat minim. Sehingga hal ini bisa menjadi bentuk dedikasi akademisi dalam penelitian sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi” ujar dosen Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung itu.

Selain itu, jaringan akademisi ini juga bertujuan untuk menjadi forum diskusi dan advokasi sejumlah persoalan kebebasan ekspresi dan hak atas privasi khususnya di Indonesia.

“Tujuan dari jaringan ini diharapkan mampu memberikan masukkan kepada pembuat kebijakan khususnya mengenai hukum cyber, mengingat persoalan teknologi informasi ini harus melibatkan stakeholder sebagai pelaku utama yang kemudian diberikan ke pemerintah untuk di transformasikan dalam bahasa hukum” ujar Wahyudi.

Selain pembuatan buku bunga rampai, konsolidasi jaringan akademisi ini juga akan melakukan penyusunan bahan ajar kebebasan ekspresi dan hak atas privasi. Kemudian akan dilanjutkan dengan konferensi akademisi mengenai isu terkait dan pengajaran serta pengabdian masyarakat luas. []

Penulis: Lintang Setianti
Editor: Ari Yurino