Pelatihan Mediator Bekali Peserta Alternatif Penyelesaian Sengketa
ELSAM menggelar pelatihan dan sertifikasi mediator sebagai salah satu alternatif penyelesaian sengketa di perkebunan kelapa sawit.

Pelatihan Mediator Bekali Peserta Alternatif Penyelesaian Sengketa

Senin, 16 Okt 2023

Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menggelar pelatihan dan sertifikasi mediator untuk masyarakat sipil selama enam hari di Hotel Mercure TB Simatupang, Jakarta Selatan. Pelatihan yang berlangsung sejak 9-13 Oktober 2023 ini ditutup dengan ujian sertifikasi mediator pada Sabtu, 14 Oktober 2023. 

Total 25 peserta dari berbagai organisasi masyarakat sipil, petani, dan pengacara mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Medan, Jambi, Lampung, Palangkaraya, Pontianak, hingga Fakfak. Beberapa berasal dari perwakilan lembaga daerah seperti Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM), Yayasan Teraju Indonesia, Aliansi Masyarakat Adat Sanggau, Progress Kalimantan Tengah, Mitra Yayasan Hutan Riau, Federasi Hukatan, Yayasan Ulayat Nagari Indonesia, hingga Gerakan Perjuangan Rakyat Papua. 

Para pengajar merupakan praktisi dari Pusat Mediasi Nasional (PMN) yang berprofesi sebagai mediator, psikolog, pengacara, dan hakim. Direktur Eksekutif PMN Fahmi Shahab mengatakan, pelatihan mediator tidak hanya membekali peserta menjadi mediator resmi tetapi juga menyiapkan peserta untuk dapat membangun kelompok yang solid dalam mediasi. 

“Pelatihan sertifikasi oleh PMN ini merupakan model alternatif penyelesaian sengketa melalui mediasi yang dapat digunakan oleh peserta. Beberapa peserta sudah pernah terlibat dalam mediasi, nah model ini dapat digunakan untuk mendapatkan potensi kesepakatan yang lebih besar dan banyak,” tutur Fahmi yang juga merupakan mediator. 

Beberapa peserta mengaku puas dan senang dengan pelayanan pelatihan sertifikasi moderator. Alma Annisa Imanda dari Lembaga Teraju Indonesia mengatakan, pelatihan ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Khususnya dalam hal mediasi, ia banyak mendapatkan pengetahuan bermediasi, proses, tahapan, serta kemampuan yang harus dimiliki mediator. 

Setuju dengan Alma, Eliyas Hindom dari Gerakan Perjuangan Rakyat Papua menyebutkan, pelatihan seperti ini perlu lebih sering dilakukan di atau untuk orang Papua. Menurut ia, banyak kasus di Papua yang membutuhkan mediasi tetapi tidak banyak orang yang cukup mumpuni menjadi mediator. 

Sementara itu, bagi Cion Alexander Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sanggau, Kalimantan Barat, pelatihan seperti ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan-pelatihan lain ke depannya. “Pelatihan seperti ini dapat mengoptimalkan kerja kami kepada masyarakat baik melalui internal atau bersama dengan jaringan,” ucap Cion yang juga merupakan petani ini.

 

A R T I K E L T E R K A I T

Sabtu, 8 Mei 2021
Rilis Pers Lakukan Investigasi dan Pengusutan Tes Alih Status Pegawai KPK yang...
Minggu, 6 Des 2020
ELSAM, JAKARTA—Sistem identitas digital menjanjikan banyak manfaat sehingga mendorong banyak negara di dunia untuk mengembangkannya.
+