BIG DATA DAN PRAKTIK PENGUMPULAN DATA SKALA BESAR DI INDONESIA: Pengantar untuk Memahami Tantangan Aktual Perlindungan Hak Atas Privasi

Berbagai praktik pengumpulan data secara massif yang didukung dengan sistem data intensif, tentunya memiliki pengaruh signifikan bagi penikmatan dan jaminan perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak privasi seseorang. Sebab data-data yang dikumpulkan dalam proses ini adalah terkait manusia, perilaku manusia, dan aktivitas manusia sehari-hari. Sangat terkait erat dengan martabat dan kehidupan privat seseorang. Kendati dalam proses pengumpulannya mengacu pada prin-sip anonimitas (anonymity) sekalipun, risiko terjadinya kebocoran atau penyalahgunaan, yang memungkinkan seseorang terprofil juga sangat besar. Bila peningkatan massif dalam pengumpulan data ini tidak dilakukan dalam kerangka penghormatan hak, maka mau tidak mau proses dan tujuannya akan digunakan dengan cara yang mengesamping-kan hak-hak—privasi masyarakat. Hal itu juga yang tergambar dari praktik mula-mula dalam pengumpulan data secara massif ini, yang sama sekali tidak memper-hatikan aspek-aspek perlindungan terhadap privasi. Oleh karena itu, seiring dengan kian intensifnya praktik pengumpulan data besar ini, hukum dan arsitektur lainnya harus dikerangkakan dalam upaya memastikan bahwa praktik ini juga menjamin perlindungan hak atas privasi seseorang yang datanya dikumpulkan.

Untuk membaca lebih lanjut, klik Unduh

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *