Biarkan Kami Ibadah di Tanah Kami: Studi Kasus Pendirian Gereja HKBP Ciketing, Bekasi, Jawa Barat

CoverLaporanMonitoringPeradilanKBBseri1Judul: Biarkan Kami Ibadah di Tanah Kami: Studi Kasus Pendirian Gereja HKBP Ciketing, Bekasi, Jawa Barat

Observer: Ali Nugroho
Penulis: Andi Muttaqien, SH
Analis: Zainal Abidin, SH
Editor: Muhammad Yasin, SH., MH
Design & Layout: Fransiskus Adi Pramono
Penerbit: Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)

Proses hukum terhadap kasus-kasus yang berdimensi pelanggaran hak asasi manusia khususnya jaminan atas kebebasan beragama atau berkeyakinan belum mampu memberikan efek jera kepada para pelakunya. Hal ini dikarenakan penegak hukum kurang memahami tingkat kejahatan yang mempunyai dimensi kebencian kepada kelompok tertentu, yang seharusnya menjadi faktor pemberat penghukumannya. Akibatnya para pelaku tidak merasa perbuatannya sebagai suatu kesalahan dan berpotensi terjadi
pengulangan dalam kasus-kasus yang mempunyai konteks yang serupa.

Elsam memandang penting adanya perubahan (revisi) terhadap regulasi terkait dengan pendirian rumah ibadah yang disesuaikan dengan konstitusi dan norma-norma hak asasi manusia yang universal atau membentuk peraturan baru yang yang lebih adil dan tidak diskriminatif. Dan tak kalah penting adalah mengenai penegakan hukum dan hak asasi manusia yang harus dilakukan dengan serius, diantaranya dengan melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan dan pemaksaan kehendak untuk memberikan jaminan perlindungan terhadap hak-hak kelompok minoritas

Oleh karenanya ELSAM melakukan investigasi dan pemantuan terhadap peristiwa yang terjadi di Ciketing ini. Investigasi dilakukan pasca-peristiwa kekerasan dan melakukan pemantauan proses persidangan terhadap para pelakunya, dengan mengumpulkan dokumen-dokumen terkait dan mewawancari sejumlah sumber yang relevan, dan utamanya para korban dari peristiwa tersebut. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak dalam mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang demokratis dan adil.

Untuk membaca buku ini, silakan klik unduh