ELSAM dan LPSK Menjajaki Pemulihan Korban Dampak Kegiatan Korporasi

ELSAM, Jakarta – ELSAM mengunjungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjajaki kemungkinan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM akibat kegiatan korporasi, Jumat (25/01/2019).

Kunjungan ELSAM diterima Ketua LPSK yang baru saja dilantik yakni Hasto Atmojo. Bersama Hasto tampak jajaran Komisioner LPSK Livia Istania DF Iskandar, Susilaningtyas, dan Antonius Prijadi Soesilo Wibowo, serta Kabiro dan para staf ahli.

Pertemuan tersebut merupakan audiensi awal sekaligus usaha ELSAM menggandeng LPSK dalam menjajaki pemulihan bagi korban terdampak kegiatan korporasi yang tidak menghormati hak asasi manusia (HAM).

“Kami menyambut baik ajakan ELSAM dan berharap kedepannya dapat lebih erat bekerjasama dengan Masyarakat Sipil demi memastikan pemulihan untuk korban,” ujar Hasto Atmojo.

Ada dua aktivitas penting dalam audiensi, yakni penyampaian rencana kerjasama dari ELSAM dan tanya jawab dengan jajaran LPSK.

Rencana kerja sama pemulihan didasari beberapa pertimbangan. Jumlah laporan masyarakat yang masuk ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sepanjang 2016 menunjukkan korporasi berada dalam tiga besar institusi yang paling banyak dilaporkan.

Rinciannya, dari 7.188 laporan yang masuk Komnas HAM, kepolisian menempati urutan pertama dengan 2.290 berkas pengaduan, disusul korporasi dan pemerintah daerah masing-masing 1.030 pengaduan dan 931 pengaduan.

Para korban biasanya juga menghadapi sejumlah kendala dalam mengajukan gugatan terhadap korporasi seperti adanya kesenjangan norma, yurisdiksi, dan perbedaan hukum acara serta mekanisme hukum.

Kendala lain adalah terkait sulitnya mendapat informasi yang utuh tentang perusahaan sebagai akibat kompleksnya struktur perusahaan yang bermasalah. Tidak adanya peraturan dan hukum yang efektif bagi korban untuk mendapat keadilan dan restitusi menambah panjang daftar masalah yang dihadapi korban.

Di sisi lain, kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan organisasi bantuan hukum yang mencoba mewakili para korban dalam mengupayakan pemulihan masih terbatas.

Penulis : Sekar Banjaran Aji

Comments

share on:

Leave a Response