Mendorong Pemenuhan Hak Atas Privasi Melalui Perlindungan Data Pribadi Konsumen di  Indonesia

ELSAM, Jakarta – RUU Perlindungan Data Pribadi (RUU RDP) telah masuk dalam Prolegnas Prioritas 2019. Banyak kalangan berharap RUU ini rampung sebelum pemilihan presiden dan wakil presiden.

Menjelang pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi, ELSAM mengadakan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion /FGD) untuk memaparkan hasil temuan awal riset mengenai praktik perlindungan data pribadi konsumen yang dilakukan oleh korporasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia. Diskusi digelar pada Senin (17/12), di Jakarta.

Diskusi menghadirkan para pemangku kepentingan. Dari pemerintah hadir Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Sementara dari perusahaan diwakili Grab, Facebook, Traveloka, Telkomsel, Mastel, Asosiasi Fintech Indonesia dan Indonesia E-Commerce Association (idEA).

Diskusi diawali pemaparan pengajar hukum di Universitas Atmajaya Sih Yuliana Wahyuningtyas, Senior Associate K&K Advocates Danny Kobrata, dan Kepala Sub Direktorat Perlindungan Data Pribadi Kominfo Hendri Sasmita Yuda.

Sri Yuliana memaparkan sejumlah poin penting terkait kewajiban korporasi untuk melindungi  data pribadi berdasarkan instrumen hukum perlindungan data pribadi Uni Eropa (General Data Protection Regulation/GDPR).

“Perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat terdampak EU GDPR karena territorial scope GDPR berlaku ekstrateritorial, hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 3 EU GDPR,” ujar Yuli.

Sedangkan Danny Kobrata menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi konsumen bagi perusahaan sebagai salah satu cara korporasi untuk menjaga hubungan ‘trust’ dengan konsumen.

“Perlindungan data pribadi ini merupakan tantangan global. Banyak perusahaan luar negeri yang sudah memberikan perlindungan data pribadi konsumen dan ketika mereka berhubungan dengan perusahaan Indonesia, perusahaan-perusahaan luar negeri tersebut berharap bahwa perusahaan Indonesia juga sudah memenuhi syarat-syarat perlindungan data pribadi konsumen,” kata Danny.

Hendri Sasmita Yuda menggarisbawahi peran penting perusahaan dalam menghormati hak atas privasi konsumennya.

“Seminimalnya perusahaan itu memiliki kebijakan internal mengenai perlindungan data pribadi. Kemudian, penting juga bagi perusahaan untuk melakukan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran di tingkat internal perusahaan terkait pentingnya perlindungan data pribadi konsumen,” ujar Hendri.

Hasil diskusi kelompok terfokus menjadi bahan rekomendasi yang penting bagi pemerintah dan DPR dalam perumusan RUU Perlindungan Data Pribadi. Sementara bagi entitas bisnis hasil diskusi dapat dijadikan pedoman untuk menyusun kebijakan privasi maupun kebijakan internal perusahaan terkait perlindungan data pribadi konsumen.

Penulis: Alia Yofira Karunian

Comments

share on:

Leave a Response