Satu Langkah ke Depan Kota Surakarta: Menanti Implementasi Perwali Surakarta No. 20 tahun 2018 tentang Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia di Surakarta

ELSAM-Surakata. Impian untuk menjadi Kota Ramah Lanjut Usia (Lansia) selangkah lagi akan terwujud di Kota Surakarta. Pembentukan Peraturan Walikota Surakarta No. 20 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia di Kota Surakarta merupakan sinyalemen baik bagi warga lansia yang menanti-nanti terwujudnya suasana kota yang mendukung pengembangan dan kesejahteraan hidup mereka. Dalam rangka diseminasi dan pengenalan Perwali, Pemerintah Kota Surakarta menyelenggarakan seminar publik bertajuk “Kota Ramah Lansia: Memastikan Implementasi Peraturan Walikota Surakarta No. 20 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia di Kota Surakarta” pada Rabu, 3 Oktober 2018 di Hotel Pose In, Kota Surakarta. Kegiatan ini dikelola oleh Dinas Sosial Kota Surakarta bersama-sama dengan Sekretariat Bersama (Sekber) ’65 dengan dukungan Program Peduli yang difasilitasi oleh Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) dan Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

Seminar dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan mulai dari perangkat daerah Pemerintah Kota Surakarta, kecamatan, kelurahan, kelompok lansia, hingga kelompok korban pelanggaran HAM masa lalu. Pembicara seminar datang mewakili lintas kelompok antara lain Erlia Rahmawati (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI), Sumilir Wijayanti (Bappeda Surakarta), Evi Mahanani Avianto (Dinas Sosial Kota Surakarta), Ihwan Dardiri (Ketua Komda Lansia Surakarta), Rina Herlina Haryanti (LPPM Universitas Sebelas Maret Surakarta), dan Wahyudi Djafar (Deputi Penelitian Elsam).

Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo hadir membuka kegiatan sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam melaksanakan janjinya untuk mewujudkan Kota Ramah Lansia. Dalam sambutannya, dia menyampaikan pemerintah daerah berkomitmen penuh dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh penduduk lansia meskipun berbagai tantangan terus dihadapi. Salah satu tantangan tersebut adalah kesiapan anggaran yang tentu saja akan terus diperbaiki setelah pengesahan Perwali Kesejahteraan Lansia.

Erlia menyampaikan dalam presentasinya bahwa pemerintah telah memiliki program-program perlindungan sosial bagi lansia namun demikian jumlah dan variasi programnya masih terbatas. Selain itu, masih ada tantangan lain yang dihadapi dalam menyelenggarakan program lansia, salah satunya program keluarga harapan (PKH).

“Tantangan terbesar adalah tidak ada jaminan bahwa manfaat dinikmati oleh anggota keluarga yang lansia karena bisa jadi pengurus keluarga memprioritaskan anggota keluarga yang lain,” imbuhnya.

Saat ini Pemerintah Pusat tengah mempersiapkan Strategi Nasional Kelanjutusiaan 2018-2025 untuk menjawab isu kelanjutusiaan sehingga terwujud lansia yang sejahtera.

Sementara itu, Ihwan Dardiri mengatakan sudah banyak hal yang telah dilakukan Pemerintah Kota Surakarta untuk memberikan perlindungan sosial bagi penduduk lansia. Kegiatan-kegiatan tersebut juga turut didukung oleh Komisi Daerah Lansia Kota Surakarta yang berperan penting dalam memfasilitasi penduduk lansia untuk secara aktif memberikan manfaat bagi Kota Surakarta. Namun demikian, hingga saat ini, sekretariat Komda Lansia juga belum terbentuk.

Sumilir Wijayanti dan Evi Mahanani mengamini hal tersebut dan berkomitmen akan terus memperkuat peran Komda Lansia. Diharapkan kehadiran Perwali akan menjadi pembuka gerbang agar ditetapkannya Peraturan Daerah Surakarta tentang kelanjutusiaan.

Penulis: Miftah Fadhli

Comments

share on:

Leave a Response