Pelatihan Tingkat Dasar untuk Pembela HAM atas Lingkungan di Kalimantan Utara: Membangun Jaringan Antar Desa untuk Menghadapi Korporasi

ELSAM , Tanjung Selor – Semakin masifnya rencana pembangunan, selain mengundang berbagai investor untuk menanam modal juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Dampaknya, pembangunan juga kerap kali bertentangan dengan berbagai kepentingan masyarakat sekitar sehingga menimbulkan konflik antara korporasi dan pemerintah setempat dengan masyarakat lokal. Dalam rangka memperkuat kapasitas pembela HAM lingkungan di tingkat desa, pada akhir Agustus 2018, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dengan Yayasan Pionir Bulungan mengadakan pelatihan tingkat dasar di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Pelatihan tingkat dasar pembela HAM ini dilaksanakan pada tanggal 27 – 31 Agustus 2018 di Tanjung Selor. Selama pelatihan lima (5) hari tersebut, para peserta berdiskusi mengenai konsep dasar HAM, instrumen HAM, pembela HAM atas lingkungan, pelanggaran HAM, gender dan lingkungan, pendokumentasian, kesadaran keamanan hingga strategi advokasi yang bisa dilakukan oleh masyarakat.

Pelatihan dasar ini sangat penting untuk diketahui oleh seluruh masyarakat. Kami akan sosialisasikan hasil pelatihan ini ke desa-desa,” ujar salah satu peserta.

Materi pelatihan didesain untuk memperkuat pembela HAM atas lingkungan di tingkat desa. Tujuannya agar peserta yang merupakan pembela HAM ini mampu untuk menyusun strategi advokasi yang lebih efektif dalam menghadapi korporasi. Mengingat di provinsi Kalimantan Utara menjadi salah satu daerah strategis penanaman modal karena agenda pembangunan sangat besar.

Pelatihan ini sendiri dihadiri sekitar 15 orang perwakilan tokoh-tokoh masyarakat yang tersebar di berbagai desa, yang merupakan desa dampingan dari Yayasan Pionir Bulungan, Sawit Watch dan WALHI Kalimantan Timur.

“Pelatihan ini sangat penting bagi masyarakat desa karena menjadi bekal masyarakat untuk menghadapi korporasi di desa-desa” ungkap Samsu sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Pionir Bulungan.

Selain materi-materi yang mampu meningkatkan kapasitas, pelatihan ini juga dimanfatkan oleh para peserta untuk membangun jaringan antar desa-desa di kabupaten Bulungan. Pembangunan jaringan antar desa ini menjadi satu tonggak penting mengingat permasalahan yang dihadapi berbagai desa tersebut memiliki ciri dan pola yang serupa.

“Awalnya kami tidak saling kenal antara satu dengan yang lainnya. Kami juga didampingi oleh organisasi yang berbeda. Tapi di pelatihan ini, kami jadi saling kenal dan membangun jaringan antar desa untuk bersolidaritas dalam menghadapi korporasi,” ujar salah seorang peserta.[]

Penulis: Ari Yurino

Comments

share on:

Leave a Response