Membangun Gerakan Keadilan Lahan yang Inklusif

ELSAM bekerja sama dengan Both ENDS mengadakan workshop bertajuk “Membangun Gerakan Keadilan Lahan yang Inklusif” sebagai pra-kegiatan non resmi dari gelaran akbar Global Land Forum 2018. Workshop ini dilakukan pada tanggal 20-21 September 2018 di Jakarta.

20 perwakilan dari penggiat masyarakat sipil dari Asia, Afrika dan Eropa hadir dalam workshop bertajuk “Membangun Gerakan Keadilan Lahan yang Inklusif” yang berlangsung selama dua hari ( 20-21 September 2018), di Jakarta,

Sebanyak 20 perwakilan dari penggiat masyarakat sipil dari Asia, Afrika dan Eropa berkumpul dalam kegiatan ini. Kegiatan ini dilatarbelakangi kepercayaan gerakan lokal dari akar rumput (bottom-up) adalah kunci untuk mengatasi ketidakadilan tanah yang terjadi di seluruh dunia. Meskipun setiap perjuangan memiliki permasalahan berbeda, terdapat banyak tantangan serupa oleh komunitas-komunitas di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan ada solusi baik yang dapat diserahkan sehingga dapat diperkuat menjadi lebih inklusif dengan melibatkan perempuan juga generasi muda.

“Ketidaksetaraan penguasaan tanah adalah masalah fundamental soal lahan.  Permasalahan ini hanya akan selesai jika kita menjalankan tugas kita semua untuk terus mendukung dan membangan solidaritas bersama” ujar Mike Taylor, Direktur International Land Coalition.

Dalam prosesnya, melalui metode brain-storming, peserta didorong untuk mencari solusi dan cara kolaboratif yang efektif untuk menjawab tantangan institusional yang umum ditemui dalam sengketa tanah di seluruh dunia.

Di akhir sesi, peserta menggambarkan langka-langkah strategis untuk ditindaklanjuti sebagai agenda Tata Kelola Tanah Inklusif untuk mengurangi kesenjangan penguasaan tanah. []

Penulis Sekar Banjaran Aji

Comments

share on:

Leave a Response