Dialog Nasional KKPK 2018: Membangun Kerangka Kerja Bersama untuk Pemulihan Korban Diskriminasi Sistemik

ELSAM – Jakarta. Pada 18 September 2018, ELSAM bersama Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) serta Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK) kembali mengadakan Dialog Nasional KKPK 2018 dengan tema “Pendekatan Hak Ekonomi, Sosial, Budaya: Membangun Kerja Bersama untuk Pemulihan Diskriminasi Sistemik” yang diselenggarakan di Wisma Antara, Jakarta. Dalam dialog nasional tersebut membahas mengenai penyelesaian pelanggaran HAM Masa Lalu dengan pendekatan hak ekonomi, sosial dan budaya.

“Kita ketahui bahwa 2018 kita memperingati 20 tahun pembaharuan sejak reformasi pada tahun 1998. Dan tidak dapat kita pungkiri, bahwa selama 20 tahun tersebut, 5 (lima) Presiden RI belum dapat menyelesaikan pelanggaran HAM di Indonesia.” ungkapan tersebut disampaikan oleh Roichatul Aswidah, selaku perwakilan KKPK dalam sesi sambutan. Roichatul menyampaikan bahwa Dialog Nasional KKPK ini merupakan salah satu terobosan yang menggunakan pendekatan hak ekonomi sosial dan budaya (ekosob) guna tercapainya pemulihan korban diskriminasi sistemik di Indonesia.

Selain Roichatul, Dr. Satya Arinanto selaku Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia menyoroti kebijakan pemulihan korban diskriminasi sistemik dalam perspektif konstitusi dan transisi hak asasi di Indonesia. Dalam keynote speechnya, Prof Satya menyatakan bahwa implementasi kebijakan pemerintah mengenai pemulihan korban diskriminasi sistemik perlu melibatkan lebih banyak stakeholder lagi terutama perguruan tinggi “Masalah HAM ini rumit. Karenanya, action plan dan peraturan-peraturan yang terkait dengan diskriminasi sistemik ini perlu dilengkapi dan diimplementasikan secara seksama” imbuhnya.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan Seminar Publik yang mengusung tema “Mendorong Kebijakan Afirmatif Dalam Rangka Pemulihan Korban Diskriminasi sistemik di Indonesia”. Seminar Publik ini dimoderatori oleh Putri Ayudya, presenter TV dan finalis puteri Indonesia tahun 2011. Adapun para narasumber yang hadir dalam Seminar Publik ini adalah, Beka Ulung Hapsara (Komisioner Komnas HAM), Wahyudi Djafar (Direktur Riset ELSAM), Abdul Haris Semendawai (Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), Usman Hamid (Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia).

Beberapa topik yang didiskusikan selama Seminar Publik berlangsung adalah hambatan-hambatan dalam upaya pemulihan korban diskriminasi sistemik, urgensi dan peluang kebijakan afirmatif untuk pemulihan korban diskriminasi sistemik, pengalaman LPSK dalam pemberian bantuan medis dan psikologis bagi korban pelanggaran HAM berat, dan pentingnya kebijakan afirmatif untuk pemulihan korban diskriminasi sistemik

Dialog Nasional KKPK 2018 ini dihadiri oleh anggota KKPK di seluruh Indonesia, perwakilan kelompok korban, anggota KKPK di seluruh Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemerintah Daerah Palu, Gunung Kidul dan DKI Jakarta), Kementerian Lembaga (Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan). Selain itu, acara ini turut dimeriahkan pula oleh penampilan musik Bonita dan Adoy, seniman yang aktif bergerak dalam mengkampanyekan isu kemanusiaan dan kebhinekaan di Indonesia. []

Penulis: Alia Yofira Karunian

Comments

share on:

Leave a Response