Selangkah Menuju Kabupaten Inklusif Ramah HAM

maxresdefault

 

ELSAM-Sikka. Pemerintah Kabupaten Sikka akhirnya melakukan finalisasi rancangan Rencana Aksi HAM Daerah Kabupaten Sikka 2018-2019. Ini merupakan kelanjutan dari masterplan pemerintah daerah untuk membentuk kabupaten ramah HAM dengan visi Kabupaten Sikka sebagai Kabupaten Inklusif yang Ramah HAM. Rencana ini telah dilakukan sejak dua tahun lalu bersama-sama dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Sikka berbasis pada identifikasi masalah-masalah daerah dan kebutuhan sosial masyarakat di daerah tersebut.

Kegiatan pembahasan rancangan rencana aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Ranham Kabupaten Sikka dan difasilitasi oleh Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Yayasan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), dan Perhimpunan Bantuan Hukum Nusa Tenggara (PBH Nusra). Dalam diskui pembahasan yang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2017 lalu di Maumere, tim Pokja juga mengundang perwakilan masyarakat sipil dan gereja antara lain Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK) dan Wahana Visi Indonesia.

Tsu Babys, ketua rapat pembahasan tim Pokja Ranham, menyampaikan bahwa pembahasan rencana aksi selama ini berjalan lambat karena koordinasi yang kurang maksimal antar-SKPD.

“Pertemuan kali ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi dari program-program kerja masing-masing SKPD untuk diintegrasikan ke dalam rencana aksi daerah,” kata Tsu.

Wahyudi Djafar mengatakan bahwa sangat penting bagi pemerintah daerah untuk memperhatikan strategi pemerintah pusat ke depannya.

“Kemungkinan ke depannya, strategi pemenuhan RANHAM pemerintah pusat akan berubah,” ujar Wahyudi

Selama ini program prioritas pemerintah terkait dengan implementasi rencana aksi HAM meliputi tiga strategi yaitu harmonisasi peraturan perundang-undangan, layanan komunikasi HAM masyarakat, dan orang dengan gangguan jiwa yang dipasung. Ke depannya, strategi ini akan berkembang seturut dengan rancangan RANHAM 2018-2019 yang disusun oleh Kemenkumham. Strategi itu meliputi optimalisasi koordinasi perencanaan aksi HAM di Gorontalo, NTT, Maluku, dan Papua; penyedian ruang menyusui bagi pekerja perempuan di kantor-kantor pemerintah daerah; harmonisasi produk hukum daerah terutama terkait perempuan, anak, dan penyandang disabilitas; pengelolaan dan pemerataan distribudi atau sebaran jumlah guru di wilayah tertinggal; dan pelayanan dan komunikasi masyarakat terkait dengan kelompok rentan.

Komposisi Tim Pokja Ranham yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri dari berbagai lintas SKPD di Kabupaten Sikka. SKPD yang hadir antara lain Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Bagian Hukum Pemda Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, Bappelitbang Kabupaten Sikka, dan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga.

Perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi menjelaskan bahwa sejumlah persoalan terkait ketenagakerjaan yang dapat diintegrasikan ke dalam rencana aksi mencakup beragam persoalan mulai dari hak atas upah hingga transmigrasi.

“Beberapa agenda yang menjadi rencana aksi di bidang ketenagakerjaan ke depan meliputi masalah perekrutan tenaga kerja bawah umur, perselisihan ketenagakerjaan, upah tenaga kerja, kualitas dan produktivitas tenaga kerja, layanan terpadu satu atap untuk TKI, dan transmigrasi,” papar David Doreng, sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka.

Selain masalah ketenagakerjaan, Kabupaten Sikka juga menghadapi persoalan lain seperti kesejahteraan penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia. Reynaldus dari Dinas Sosial mengatakan bahwa saat ini ada 1690 penyandang disabilitas yang tinggal di Kabupaten Sikka dimana 96 di antaranya adalah penyandang disabilitas berat. Selain itu, Dinas Sosial juga mencatat sebanyak 1180 orang lanjut usia masih terlantar di luar panti di Kabupaten Sikka.

Pemerintah Kabupaten Sikka merencanakan pengesahan rancangan rencana aksi akan dilakukan tahun ini. Tsu Babys mengatakan bahwa rencana aksi akan merepresentasikan setiap agenda prioritas yang dilakukan oleh tiap-tiap SKPD di Kabupaten Sikka.

Penulis: Miftah Fadhli

 

share on:

Leave a Response