Pembelajaran Mekanisme Komplain RSPO di Kalimantan Tengah

foto-bedah-kasus-palangkaraya

ELSAM-Palangka Raya. Pada 27 Januari 2018, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) bekerja sama dengan Palangka Raya Ecological and Human Rights Studies (PROGRESS) mengadakan Bedah Kasus terkait Pembelajaran Mekanisme Komplain Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Acara ini merupakan bagian dari kampanye dan dukungan terhadap kasus yang sedang ditangani PROGRESS yang melibatkan Kusasi, salah satu Warga Desa Kapuk, Kecamatan Mentayu Hulu, Kabupaten Kotim melawan anak perusahaan Wilmar Group.

Dalam penanganan kasus Kusasi, PROGRESS mencoba mekanisme komplain yang disediakan RSPO. Mekanisme ini merupakan pengaduan yang menuntut  adanya pengakuan dan pemenuhan hak asasi manusia atas dampak pembangunan perkebunan besar swasta. Karena Sistem Pengaduan ini bersifat sukarela, mekanisme ini digunakan sebagai pelengkap proses peradilan atau mekanisme keluhan lain yang tidak melalui lembaga peradilan.

Kasus Kusasi sendiri sudah berlangsung selama sepuluh tahun dan masih berjuang untuk mengembalikan ha katas tanahnya yang dipakan paksa tanpa persetujuan oleh anak perusahaan Wilmar Group. Dalam acara ini, Kusasi menguraikan pengalamannya menggunakan mekanisme complain RSPO.

Selain Kusasi, acara ini juga mengundang Kartika Sari seaku Direktur PROGRESS dan Sekar Banjaran Aji, peneliti ELSAM. Dalam kesempatan ini ELSAM membagikan pengalaman organisasi masyarkat sipil yang turut mewarnai RSPO sebagai wadah multistakeholder dan pemanfaatannya sebagai jalur penyelesaian konflik. []

Penulis : Sekar Banjaran Aji

share on:

Leave a Response