ASEAN Young Human Right Defender Summit 2017: Penyusutan Ruang Ekspresi Sebagai Tantangan Bersama

asean-yhrd-2

ELSAM- Bangkok. Keterlibatan generasi muda dalam perjuangan penegakkan hak asasi manusia khususnya di Asia Pasifik sangat memiliki potensi besar. Data dari United Nations Economic and Social Commision for Asia and the Pasific menunjukkan, sebanyak 717 juta orang muda (usia 15-24 tahun) atau setara dengan 60% populasi usia muda di dunia berada di Asia Pasifik. Hal ini menunjukkan bagaimana perjuangan HAM dan penegakannya membutuhkan andil dari generasi muda.

Pada bulan Desember 2017, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pertemuan ASEAN Young Human Right Defender 2017 yang diselenggarakan atas kolaborasi Action Aid, Amnesty International dan United Nation Development Program (UNDP) tingkat regional Asia Pasifik. Dalam pertemuan ini, beberapa pegiat hak asasi manusia lintas isu dari negara Asia Pasifik seperti Indonesia, Myanmar, Filipin, Thailand, India, Nepal, Bangladesh dan Cambodia berkumpul dan berdiskusi mengenai situasi hak asasi manusia di Asia termasuk tantangan untuk pegiat HAM selanjutnya.

Dalam pertemuan ini, peserta diminta untuk merefleksikan kembali keterlibatan diri secara personal terhadap isu kemanusiaan yang pernah dihadapi sehari-hari. Selanjutnya dari refleksi tersebut, fasilitator mengajak peserta untuk mengidentifikasi pola kekerasan atau pelanggaran hak asasi manusia dalam tingkat Asia Pasifik. Hasil diskusi menunjukkan bahwa situasi HAM di Asia berkaitan erat dengan kepemilikan sumber daya alam dan berbagai macam proyek pembangunan. Konflik sumber daya tersebut menyebabkan semakin berukurangnya ruang ekspresi dan tidak jarang berakibat pada bentuk ancaman terhadap masyarakat sipil, khususnya orang muda.

Situasi demikian membutuhkan adanya peningkatan kapasitas dan dukungan terhadap para pejuang hak asasi manusia, khususnya anak muda. Adapun dalam pertemuan ini, peserta diberikan materi mengenai keamanan digital dari perwakilan Forum Asia Regional. Selain itu peserta juga diberikan materi strategi komunikasi dan berjejaring untuk isu kemanusiaan yang dibawakan oleh perwakilan UN Women. Selanjutnya, peserta diberikan materi mengenai strategi perencanaan yang dapat digunakan untuk melakukan kampanye atau advokasi hak asasi manusia.

Pada forum kali ini, peserta memilih tiga (3) isu permasalahan HAM yang sangat berdampak pada kehidupan generasi muda yaitu : permasalahan pengungsi di Thailand, Pendidikan di Asia Pasifik, dan Hak Berekspresi dan Privasi bagi pegiat hak asasi manusia. Dari proses tersebut, peserta diminta mengaplikasikan segala materi dengan membangun perencanaan tindak lanjut dari tiap isu tersebut. Hal ini dilakukan untuk membangun jaringan dalam skala regional, terutama membuka ruang lebih lebar bagi anak muda untuk terlibat dan berjuang untuk penegakan HAM di wilayahnya.

Lintang Setianti

share on:

Leave a Response