Peran Lembaga Keuangan Bank Dalam Penghormatan Meningkatkan Penghormatan HAM di Rantai Pasok Kelapa Sawit

unknown-1

ELSAM-Den Haag, Pada akhir tahun 2016, antara serikat pekerja, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sebuah koalisi bank dan Pemerintah Belanda bersepakat saling bekerja sama dalam menghormati hak asasi manusia melalui The Dutch Banking Sector Agreement. Program penelitian bersama diharapkan menjadi praktik terbaik bagi para pihak sebagai proses pembelajaran satu sama lain. Salah satunya adalah metode yang berhasil mempengaruhi bisnis di sektor berisko tinggi. Para pihak juga sepakat menganalisis value chain sektor tertentu. Rantai kedua yang dipilih adalah minyak kelapa sawit. Dalam kesepakatan tersebut kemudian juga disepakati agenda “brainstorming meeting” secara berkala untuk menganalisis peluang kunci bagi bank-bank Belanda dan pihak lain untuk memajukan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) dalam rantai nilai minyak kelapa sawit.

Peneliti ELSAM, Sekar Banjaran Aji berkesempatan menghadiri salah satu brainstorming meeting tersebut pada 14 November 2017 yang diselengarakan the Social-Economical Council di Den Haag, Belanda. Berperan sebagai salah satu ahli, Sekar mencoba menjelaskan tentang pentingnya para bank untuk aktif mengambil peran, tidak sekedar dalam insiatif yang digerakan Negara secara mandatori namun juga inisiatif swasta yang mereka ikuti secara sukarela seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Forum ini sempat memetakan dampak investasi rantai pasok kelapa sawit menggunakan prinsip dan kriteria RSPO. Namun, anggota lembaga pembiayaan justru cenderung pasif dalam konstetasi proses pembahasan ulang prinsip tersebut. Akibatnya, inisiatif multi-pemangku kebijakan tidak maksimal dalam upaya penghormatan HAM. Padahal implementasi HAM menjadi salah satu indikator keberlanjutan rantai pasok kelapa sawit. []

Penulis : Sekar Banjaran Aji

 

share on:

Leave a Response