Menilik Perjuangan Warga Dalam Konflik Sawit dalam Visual Media

img_8388

ELSAM, Bali- Pemandangan hamparan kelapa sawit dan potret masyarakat adat dari tanah Cendrawasih terpampang di lorong timur Hotel Santika, Siligita Bali pada hari  Senin (27/11/2017). Foto-foto tersebut merupakan hasil karya para fotografer Indonesian Nature Film Society (INFIS) yang diambil sela-sela pembuatan film. Pameran tersebut diharapkan menjadi pemantik dari segi visual untuk menangkap perjuangan masyarakat dalam menuntut haknya.

Pemutaran film “Menata Asa di Jalan Terjal Kebun Sawit” diawali dengan menonton film tersebut bersama. Film dokumenter pendek ini dibuka dengan gambar udara yang menunjukan betapa luasnya perkebunan sawit, hingga tidak terlihat ada tanaman lain. Lalu dilanjutkan dengan testimoni sejumlah warga yang melawan tindakan korporat atas eksploitasi hutan.

Dua tokoh utamanya adalah Japin dari Kalimantan Barat dan Daniel Yeworebi dari Papua. Melalui keduanya, kisah perlawanan warga disampaikan melalui testimoni, aktivitas kebun buruh sawit, sampai mempertanyakan efektivitas RSPO sebagai penyelesaian konflik pengusaha dan warga.

Dalam diskusi pasca pemutaran perdana film tersebut hadir Een Irawan Putra penulis script dari INFIS, Japin salah satu tokoh yang diangkat di film dan Michael Rice (BothENDS). Diskusi tersebut dipandu Sekar Banjaran Aji (ELSAM).

Japin hadir memberikan pemantik tentang cerita lengkapnya tentang tanah adatnya yang dirampas. Dengan semangat menyala-nyala Japin menuturkan bagaimana warga protes sampai pasang plang di tanah yang akan dialihfungsikan tapi tak digubris.

Dalam diskusi tersebut, Een, menjelaskan betapa pentingnya  dokumentasi visual baik foto dan film berdampak besar untuk memberikan gambaran terhadap konflik, serta menjadi dasar pembuktian demi jalan terang kasus tersebut. “Sayangnya hingga hari ini belum banyak pihak yang melakukan pendokumentasian visual,” tambah Een.

Pameran foto dan film ini memang dirancang untuk mengkampanyekan berbagai kasus-kasus yang terjadi dan memetakan berbagai potensi penyelesaiannya. Serta mengkomunikasikan berbagai kasus yang terjadi di wilayah Indonesia dengan anggota-anggota RSPO yang berkonflik dengan masyarakat yang menjadi anggota delegasi. Mengambil pelajaran dari cerita yang ada untuk bergerak maju demi resolusi konflik. []

Selengkapnya film dapat ditonton lewat  https://www.youtube.com/watch?v=lNSABfywe1U

Penulis : Sekar Banjaran Aji

share on:

Leave a Response