Catatan Atas Draft 6.0 RAN Kelapa Sawit Berkelanjutan

untitled-1

untitled-1Seruan ‘berkelanjutan’ menjadi titik sentral yang selalu digaungkan dalam industri bisnis perkebunan dan minyak kelapa sawit. Keinginan industry ini untuk berbenah diri haruslah kita apresiasi, tentunya dalam bentuk perbaikan dari berbagai sektor hulu ke hilir, pelibatan berbagai stakeholder mulai lembaga pembiayaan, perusahaan perkebunan/petani minyak kelapa sawit (grower), prosesor (perusahaan penghasil produk dari minyak kelapa sawit) dan pendagang minyak kelapa sawit, hingga kepada konsumen dan seterusnya, menjadi kelompok yang sangat urgen untuk terlibat dalam seruan ‘keberlanjutan’ ini.

Berbagai wadah inisiatif baik dari swasta maupun pemerintah juga telah dibentuk untuk bersama me-mainstream-kan seruan ‘keberlanjutan’ ini seperti Roundtable on Sustainability Palm Oil (RSPO) dan The Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan lembaga-lembaga inisiatif lainnya. Seperti RSPO yang mendifinisikan produksi minyak sawit berkelanjutan meliputi pengelolaan dan operasi yang sesuai hukum yang berlaku, layak untuk lingkungan dan tatanan sosial serta memberikan manfaat ekonomis. Adanya keterkaitan yang memberikan timbak balik manfaat antara people, profit dan planet.

Aksi-aksi strategis yang dihadirkan dalam seruan berkelanjutan ini menurut ELSAM belum menyentuh nilai-nilai dan prinsip yang sangat fundamental, yaitu berkelanjutan dalam perspektif hak asasi manusia (HAM).

Untuk membaca lebih lanjut, silakan klik Unduh

share on:

Leave a Response