Sebuah Usaha Mencetak Advokat Antikorupsi

dsc_0037

ELSAM, Jakarta – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bekerjasama dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta  menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Antikorupsi sepanjang Jumat-Kamis, 18-31 Agustus 2017.

Selama ini advokat mudah terjerat dalam kasus korupsi karena kultur pengadilan memaksa advokat berperilaku korup akibat maraknya pungli (pungutan liar) serta advokat lebih mementingkan uang klien daripada memenangkan kasusnya tanpa mengindahkan kode etik advokat. PKPA Anti Korupsi baru pertama kali diadakan sejak YLBHI berdiri ini diharapkan dapat menelurkan advokat-advokat muda yang punya komitmen kuat antikorupsi.

Ada sekitar 30 orang yang mengikuti pendidikan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah, seperti LBH Lampung, Pekanbaru, Medan, sejumlah kantor pengacara, serta Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, termasuk salah satu peneliti dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM).

“Salah satu persoalan dalam sistem peradilan di Indonesia adalah korupsi yang melibatkan banyak pihak. Korupsi peradilan memiliki karakter khusus apabila dibandingkan dengan korupsi di dalam struktur kekuasaan eksekutif dan legislatif. Demi meminimalisasi perilaku koruptif di dalam sistem peradilan perlu ditegakkan integritas aparatur penegak hukum dan staf dalam lembaga penegak hukum melalui pembenahan sistem rekrutmen dan pengawasan. Di sisi lain perlu dilakukan perbaikan manajemen sistem peradilan.,” penjelasan tersebut disampakan M Nur Sholikin, Direktur Eksekutif PSHK salah satu pengajar dalam PKPA Anti Korupsi

Oleh karena itu penting bagi para calon advokat agar saat sudah menjadi advokat tidak hanya berfokus menjalankan profesinya sebagai advokat semata, tetapi juga berkontribusi terhadap perbaikan-perbaikan dalam sistem peradilan.

Penulis : Sekar Banjaran Aji

share on:

Leave a Response