Memetakan Arah Perubahan Prinsip & Kriteria RSPO Dalam Kerangka Penghormatan HAM

whatsapp-image-2017-09-26-at-3-16-23-pm

ELSAM, Jakarta – Kelahiran Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada tahun 2004 merupakan upaya melibatkan pelaku industri sawit dalam menekan permasalahan praktik bisnisnya. Mekanisme kewajiban pemenuhan panduan penerapan dokumen prinsip dan kriteria RSPO (P&C RSPO) kepada anggotanya diharapkan mampu berkontribusi menciptakan ekosistem bisnis sawit yang menghormati hak asasi manusia. Salah satu untuk menjaga konsistensi tersebut adalah dengan memastikan urgensi perlindungan hak asasi masuk dalam poin P&C RSPO yang sedang dalam proses peninjauan ulang.

Menanggapi proses ini, ELSAM bersama organisasi masyarakat sipil mengadakan diskusi terbatas pada 26 September 2017. Tujuannya untuk melihat dan memastikan isu prioritas dalam permasalahan sawit yang potensial menjadi indikator dan masuk dalam dokumen P&C RSPO tersebut. Selain itu juga memastikan keberadaan masyarakat sipil sebagai aktor multi-stakeholder industri kelapa sawit yang mendorong adanya industri dengan pengelolaan yang legal baik konteks pertambahan ekonomi dan manfaat sosial.

Ada beberapa poin krusial rencana perubahan dari Prinsip dan Kriteria RSPO 2017 yang terindentifikasi yakni isu buruh, lingkungan dan hak asasi manusia. Langkah selanjutnya, organisasi masyarakat sipil sebagai bagian dari kelompok kerja (working group) RSPO harus merencanakan strategi dan peluang advokasi yang dapat dilakukan. Untuk memastikan pola intervensi dalam proses perubahan substansi prinsip dan kriteria RSPO tetap selaras dengan semangat penghormatan HAM.

Peninjauan ulang P&C RSPO 2013 adalah ketentuan dari Prosedur Operasi Standar RSPO. Selain itu juga dimandatkan dalam Pengaturan dan Peninjauan Standar ISEAL 2017. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, proses pembahasan ini membentuk kelompok kerja dengan satuan tugas proporsional. Satuan tugas ini berasal dari 24 perwakilan yang terdiri dari Pekebun Malaysia (3), Pekebun Indonesia (3), Pekebun dari ‘negara lainnya’ (3), Rantai Pasok (3), Petani (3), LSM Lingkungan (3) dan LSM Sosial (3).

Penulis : Sekar Banjaran Aji

share on:

Leave a Response