Mendorong Negara-negara ASEAN untuk Membuat RAN Bisnis dan HAM

dsc_0169

Manila, 29-30 Juni 2017 – Business & Human Rights Resource Centre and Initiatives for Dialogue and Empowerment through Alternative Legal Services (IDEALS), Inc. menyelenggarakan Workshop Regional Bisnis dan HAM: Mempromosikan Kepemimpinan yang Jelas dan Meningkatkan Kerjasama antara Organisasi-organisasi Masyarakat Sipil Negara ASEAN dalam Menangani Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Bisnis pada 29-30 Juni 2017 di Manila, Filipina.

Workshop ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan informasi perkembangan isu penghormatan Bisnis dan Hak Asasi Manusia di tingkat nasional dan regional. Termasuk untuk meningkatkan kemampuan organisasi-organisasi masyarakat sipil dan korban untuk mendapatkan perlindungan, penghormatan dan pemulihan dari negara dan perusahaan.

Setidaknya ada 6 topik yang menjadi pokok bahasan dalam pelatihan ini, antara lain; (1) Prinsip-prinsip Panduan PBB: Pengenalan terhadap Prinsip-prinsip Dasar; (2) Dari Prinsip-prinsip Panduan PBB ke Perjanjian Mengikat dalam Bisnis dan HAM; (3) Keterlibatan Negara ASEAN: Upaya-upaya yang dilakukan di tingkat regional; (4) RAN (Rencana Aksi Nasional) Berbagi pengalaman dan perencanaan kedepan; (5) Contoh-contoh Prinsip-prinsip Panduan PBB berdasarkan perjanjian dan strategi di tingkat regional: menjajaki kesempatan untuk bekerjasama; dan (6) Organisasi-organisasi Masyarakat Sipil Bisnis dan HAM: apa yang dapat dilakukan bersama?

Salah satu kegiatan pertemuan ini juga menjadi momen untuk konsultasi tentang isu-isu penting dan kemungkinan intervensi dari proposal kebijakan dan pengembangan. Kemudian menyusun dan mendiskusikan tantangan regional yang terjadi pada kelompok masyarakat sipil maupun pemangku kebijakan. Sehingga arah diskusi tersebut mampu mengkomunikasikan strategi dan membangun solidaritas dengan mengidentifikasi peluang kerja sama di tingkat regional.

Dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai Rencana Aksi Nasional (RAN) Bisnis dan HAM. Di forum yang sama, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menceritakan pengalaman kerja sama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam penyusunan dan peluncuran RAN Bisnis dan HAM Indonesia, serta perencanaan tindak lanjutnya. Mengingat RAN Bisnis dan HAM Indonesia merupakan yang pertama di Asia Tenggara, forum diskusi ini diharapkan mampu menginspirasi dan mendorong negara lain seperti Filipina, Thailand, Malaysia, dan Myanmar untuk menyusun dan atau menyelesaikan RAN Bisnis dan HAM di negara masing-masing

Workshop ini dihadiri dari perwakilan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)-Indonesia, Myanmar Alliance for Accountability and Transparency (MATA), Jaringan Orang Asal Semalaysia (JOAS), International Commission of Jurists, Manushya Foundation, Business & Human Rights Resource Centre, IDEALS, Inc., Women’s Legal and Human Rights Bureau, Oxfam Philippines, Altsean-Burma, Hans Seidel Foundation, Rural Missionaries of the Philippines-Northern Mindanao, Asian Indigenous People’s Pact, Oxfam-Thailand, University of the Philippines Institute of Human Rights, International Women’s Rights Action Watch-Asia Pacific (IWRAW-AP), Oxfam-Indonesia, Freedom from Debt Coalition dan University of the Philippines Institute of Human Rights.

Penulis : Antalasi Febrisa

Editor : Lintang Setianti

share on:

Leave a Response