Mengawal Calon Komisioner HAM periode 2017-2022

img_4594

ELSAM, Jakarta- Masa kerja komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2012-2017 akan berakhir pada Agustus 2017.  Proses seleksi calon komisioner periode selanjutnya menjadi hal penting yang menentukan Komnas HAM. Panitia Seleksi dan Komisi III DPR RI bertanggung jawab untuk memilih dan menentukan komisioner yang berintegritas, independen, memiliki kapasitas dan berkompeten menjalankan mandat perlindungan dan penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Saat ini Komnas HAM dalam proses seleksi calon Anggota (komisioner) periode 2017-2022 dan telah memilih 28 calon terbaik, dari sebelumnya 60 calon telah mengikuti Uji Publik pada 17-18 Mei lalu.

Komposisi 28 Calon Komisioner

Memasuki seleksi tahap IV, tersisa 28 nama yang akan menjalani proses tes psikotes, kesehatan dan wawancara. Adapun komposisi calon komisioner yang lolos seleksi tahap III terdiri dari 23 laki-laki dan 5 perempuan. Sedangkan latar belakang para calon sendiri adalah 14 orang dari Lembaga Swadaya Masyarakat; 7 orang dari Komnas HAM, Komnas Perempuan serta Kantor Komnas Perwakilan; 4 orang dari akademisi dan peneliti; 1 orang pengacara; 1 orang anggota TNI; dan 1 orang dari birokrat.

Berdasarkan penelusuran rekam jejak yang dilakukan, Koalisi masih melihat dari ke-28 nama ini terdapat catatan sebagai berikut:

Dari segi kompetensi dan pengetahuan dalam isu HAM, terdapat 16 orang memiliki kompetensi yang baik; 9 calon yang cukup memiliki kompetensi dan 3 calon yang masih harus memperdalam kompetensinya pada isu-isu HAM.

Sedangkan dari segi independensi sebagai komisioner Komnas HAM, tercatat 2 orang terindikasi memiliki afiliasi dengan parpol. Sedangkan 2 calon lainnya memiliki relasi dengan korporasi bermasalah.

Dari sisi kapasitas,  terdapat 2 calon yang bermasalah dalam hal kerjasama, 4 calon memiliki nilai kurang dalam komunikasi, 2 calon dinilai kurang dalam pengambilan keputusan, 3 calon dianggap koalisi bermasalah soal kinerja, dan 4 calon bermasalah dengan soal-soal manajemen program, dan penganggaran;

Adapun hasil penilaian Koalisi menunjukan sejumlah calon masih memiliki masalah integritas. Misalnya, ditemukan 3 orang terkait masalah korupsi/gratifikasi, 3 orang dalam hal kejujuran, 2 calon dinilai berperilaku tidak adil gender dan 4 orang bermasalah dalam isu keberagaman atau berperilaku intoleran

Andi Muttaqien meminta agar Pansel tetap menjadikan hasil rekam jejak Koalisi sebagai panduan untuk mewawancarai para calon. “Dari 28 nama ini, masih ada yang terdapat catatan, sehingga kami meminta Pansel bisa menjadikan hasil tracking kami sebagai salah satu rujukan dalam wawancara”. Ujar Andi.

Selain itu info dari 28 nama ini akan diperdalam oleh Koalisi, sehingga akurasi data yang dikumpulkan semakin kuat.

Tahapan Selanjutnya
Sekretariat Pansel Komnas HAM telah mengumumkan bahwa untuk proses selanjutnya akan diadakan psikotes, tes kehatan serta wawancara terbuka terhadap para calon, yanga dilaksanakan pada: Psikotes 17 Juli; tes Kesehatan 18-19 Juli; dan Wawancara 19-21 Juli.

Memasuki tahapan akhir seleksi calon komisoner, Koalisi yang tergabung dari beberapa organisasi masyarakat sipil memaksimalkan tahapan yang ada untuk menyaring calon-calon terbaik dengan memberikan info lebih dalam terkait para calon kepada publik. Masyarakat luas pun dipersilahkan untuk memberikan catatan khusus terhadap para calon, yang bisa dilakukan dengan mengirimkan surat elektronik ke alamat Pansel [email protected] atau ke alamat Koalisi di [email protected]

share on:

Leave a Response