Melakukan Mitigasi Sebelum Rusak Melalui Mekanisme IAM

foto-bangkok

ELSAM, Bangkok – The Independent Accountability Mechanisms (IAMs) Asia Outreach Workshop merupakan lokakarya mengenai penggunaan mekanisme akuntabilitas Bank Dunia seperti International Finance Corporation (IFC), Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) dan potensi yang tergabung dengan AIIB atau Asian nfrastructure Investmen Bank.. Lokakarya tersebut diadakan di Bangkok pada tanggal 6 Juni 2017. Lokakarya tersebut dihadiri sekitar 30 perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Cina.

IAMs  dibentuk untuk memberikan akses ganti rugi atas keluhan dari pihak yang terkena dampak lingkungan dan sosial proyek yang didukung oleh bank pembangunan multilateral dan bilateral. Saat ini, semua bank pembangunan multilateral utama, termasuk the World Bank Group, Asian Development Bank, African Development Bank, and Inter-American Development Bank memiliki IAM. Mereka memungkinkan adanya layanan yang mencakup penyelesaian sengketa antara pihak-pihak yang mengajukan keluhan dan penyelidikan kepatuhan atas kinerja proyek lingkungan dan sosial.

Salah satu tujuan lokakarya ini untuk mensosialisasikan agar tugas dan fungsi IAM. Sehingga masyarakat dan organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu keadilan dan lingkungan di tingkat lokal, nasional dan internasional memiliki informasi mengenai mekanisme ini. Mekanisme IAMs diharapkan dapat memitigasi dampak dari suatu proyek terhadap pihak yang membiyainya.

Dalam lokakarya tersebut, hadir pula perwakilan dari tiga badan mekanisme akuntabilitas independen yakni The Inspection Panel, The Office of the Compliance Advisor Ombudsman (CAO) dan ADB‘s Accountability Mechanism. Inspection Panel dan CAO merupakan mekanisme yang diinisiasi oleh World Bank Group. Perbedaannya, CAO hanya terbatas untuk proyek yang dibiayai sektor privat dari the World Bank Group seperti the International Finance Corporation (IFC) and the Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA). Sedangkan ADB’s Accountability Mechanism menyediakan sebuah forum bagi pihak yang terkena dampak proyek bantuan, sehingga menyuarakan dan mencari solusi atas masalah mereka. Termasuk memberikan laporka dugaan ketidakpatuhan terhadap kebijakan dan prosedur operasional ADB. Adapun keduanya memiliki dua fungsi terpisah namun saling melengkapi yaitu fungsi pemecahan masalah dan fungsi tinjauan kepatuhan.

Penulis : Sekar Banjaran Aji

share on:

Leave a Response